Hal Yang Harus Dilakukan Pada Orang Tenggelam

Ketika seseorang tenggelam, kecil kemungkinan bahwa kejadian tersebut akan terlihat menghebohkan seperti yang sering kita saksikan di film-film: berteriak meminta pertolongan, terombang-ambing, membuat percikan air sekuat tenaga untuk berusaha tetap di atas permukaan air. Saat benar-benar tenggelam, mereka tidak akan mampu membuat suara apapun sehingga mereka dapat dengan mudah tertelan oleh gulungan air tanpa disadari oleh orang-orang di sekitarnya.

Meski kecelakaan yang berkaitan dengan tenggelam biasanya terjadi di tempat-tempat umum, seperti pantai dan kolam renang, seorang balita bisa tenggelam dalam ketinggian air 5 centimeter — cukup untuk menenggelamkan mulut dan hidungnya — baik di bak mandi, wastafel, atau bahkan toilet jika jatuh dalam posisi kepala terlebih dulu.

Apa yang harus dilakukan saat menolong orang tenggelam?
1. Dapatkan bantuan
Jika Anda sedang berada di kolam renang atau pantai saat mengetahui ada seseorang yang tenggelam, berteriaklah untuk memberitahu petugas penyelamat (lifeguard) atau orang-orang terdekat, dan segera hubungi polisi (110) atau ambulan gawat darurat (118).

Jika Anda sendirian saat hendak menolong orang tenggelam, jika keadaan aman dan memungkinkan, coba untuk meraih korban. Gunakan tongkat panjang, tali, ban renang, atau benda terdekat apapun yang bisa membantu Anda untuk menarik korban ke daratan.

Namun ingat: jika keadaan mengharuskan Anda untuk berenang mendekat, pastikan Anda benar-benar bisa berenang dan tenaga Anda cukup kuat untuk berenang sambil membopong korban kembali ke daratan. Untuk lebih amannya, bawa alat pelampung bersama Anda.

Dekati korban dari sisi belakang dengan tenang. Genggam baju korban, atau sangga bawah leher korban agar tetap berada di atas permukaan air selama Anda menariknya ke daratan. Ketika menariknya keluar dari air, tetap sangga leher dan kepalanya untuk mewaspadai adanya cedera leher dan kepala.

2. Cek tanda vital
Baringkan korban di tempat aman dan mendatar dalam posisi telentang. Lepas pakaian basah dan sesegera mungkin tutupi korban dengan baju atau selimut hangat.

Angkat sedikit kepalanya ke atas, namun jika Anda mencurigai adanya cedera leher dan/atau kepala, hanya buka rahangnya dan jangan angkat kepalanya.

Dekatkan telinga Anda dekat mulut dan hidung korban. Apakah Anda merasakan adanya hembusan udara? Perhatikan pula apakah dadanya bergerak naik turun untuk menandakan korban masih bernapas. Jika orang tersebut tidak bernapas, cek nadinya selama 10 detik.

Berikan mereka lima kali napas buatan sebelum memulai CPR. Caranya:

Jepit hidung orang tersebut dan tempatkan bibir Anda, dalam posisi terkatup, di atas mulutnya.
Ambil napas seperti biasa dan tiupkan udara secara perlahan (1-2 detik tiap kalinya) ke dalam mulutnya. Jika mengatasi korban anak di bawah satu tahun, cukup katupkan bibir dan hembuskan napas buatan tanpa perlu menjepit hidungnya.
Cek apakah dada korban naik-turun, sebelum mulai memberikan napas buatan selanjutnya.

Jika korban muntah, miringkan kepalanya dan buang isi mulutnya untuk mencegah ia tersedak.

3. Mulai CPR
Jika saat diangkat ke daratan, orang tersebut sudah tidak responsif dan tidak bernapas, segera mulai tindakan CPR.

CPR untuk korban dewasa dan anak-anak di atas 1 tahun:

Tempatkan bagian bawah pergelangan salah satu tangan Anda di tengah dada korban, di antara garis puting. Anda juga bisa tempatkan tangan Anda yang satu lagi di atasnya.
Tekan ke bawah sekitar 5 centimeter. Pastikan untuk tidak menekan tulang rusuk.
Lakukan 30 kali kompresi dada, dengan laju 100 kali kompresi per menit atau lebih. Biarkan dada untuk naik seutuhnya di antara tekanan.
Periksa apakah orang tersebut telah mulai bernapas.
CPR untuk anak di bawah 1 tahun:

Tempatkan dua jari pada tulang dada.
Tekan ke bawah sedalam 1-2 centimeter. Pastikan untuk tidak menekan ujung tulang dada.
Lakukan 30 kali kompresi dada, dengan laju 100 kali kompresi per menit atau lebih. Biarkan dada untuk naik seutuhnya di antara tekanan.
Periksa apakah anak tersebut telah mulai bernapas.
Setelah mendapatkan CPR, korban harus secepatnya mendapatkan bantuan medis (hubungi 118) lanjutan untuk memeriksa adanya komplikasi kerusakan organ.

Jika korban masih tidak bernapas, lakukan dua kali napas buatan pendek dan dilanjutkan dengan 30 kali kompresi dada. Ulangi terus siklus ini sampai orang tersebut mulai bernapas atau bantuan medis datang.

Catatan: instruksi di atas tidak dimaksudkan sebagai pengganti pelatihan CPR resmi yang bisa Anda dapatkan melalui Palang Merah Indonesia atau institusi pelayanan kesehatan resmi lainnya.

4. Jangan tinggalkan korban
Saat korban sadar dan kondisi memungkinkan, bopong ia ke tempat kering dan hangat. Anda bisa berikan ia minuman hangat atau makanan berenergi, misalnya minuman cokelat atau sereal panas saat ia sudah bisa menelan. Namun, jangan rendam korban dalam air hangat atau memijatnya jika ia menggigil. Cukup jaga tubuhnya tetap hangat dan kering dengan menambahkan selimut atau baju hangat.

Terus temani dan periksa tanda-tanda vital, pernapasan, dan seberapa baik respons korban tenggelam sampai bantuan medis datang.

Jika ingin serius mempelajari teknik berenang, ada baiknya Anda mengundang pelatih khusus agar dapat mengoreksi gerakan-gerakan Anda. Menghindari kesalahan berenang akan menghasilkan gerakan lebih efektif tanpa banyak memakan energi.
Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa Latihan renang bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Latihan renang bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *