Month: October 2017

Mengajarkan Bayi Renanga

Menurut sebuah penelitian dari University of Science and Technology di Norwegia, bayi yang bisa berenang ternyata memiliki keseimbangan yang lebih baik, dan mampu menggapai obyek-obyek di sekitarnya lebih mudah daripada bayi yang bukan perenang.

Hal ini terlihat ketika Profesor Hermundur Sigmundsson dari NTNU dan Profesor Brian Hopkins dari Lancaster University membandingkan 19 bayi perenang dan 19 bayi lain yang tidak mengikuti latihan renang.

Satu-satunya hal yang membedakan dua kelompok ini adalah bahwa kelompok pertama berenang. Sedangkan faktor-faktor lain seperti latar belakang pendidikan orangtua dan status ekonominya sama. Bayi perenang tersebut berlatih renang selama dua jam seminggu, diawali sejak usia 2 atau 3 bulan, hingga sekitar 7 bulan. Dalam suatu sesi latihan, pelatih membantu bayi melakukan gerakan jungkir-balik di atas matras yang mengapung, menyelam di bawah air, melompat dari pinggir kolam renang, dan menyeimbangkan diri di tangan orangtuanya sambil berusaha meraih obyek-obyek yang mengapung.

Ketika usia mereka beranjak 5 tahun, kedua grup itu diuji dengan sejumlah latihan seperti keseimbangan (berdiri dengan satu kaki), lompat tali, dan menangkap bantal. Perbedaan mereka ternyata sangat mengejutkan. “Kami melihat sangat jelas bahwa bayi perenang mampu melakukan latihan tersebut dengan baik, bila dikaitkan dengan keseimbangan dan kemampuan meraih benda-benda,” ujar Profesor Sigmundsson.

Sigmundsson mengungkapkan bahwa tercengang dengan apa yang dapat dilakukan instruktur renang terhadap bayi-bayi tersebut. “Instruktur bisa membawa bayi-bayi berumur 3 bulan untuk melakukan posisi seimbang, berdiri dengan telapak kaki rata. Bayi-bayi itu mengunci sendi-sendinya, sangat menyenangkan melihatnya,” lanjut Sigmundsson. Studi yang dipublikasikan di jurnal Child: Care Health and Development edisi Mei 2010 tersebut, menurutnya, mampu memperlihatkan bahwa latihan tertentu yang diterapkan pada anak-anak bisa mempengaruhi kemampuannya kelak.

“Studi kami menunjukkan bahwa kita tidak boleh meremehkan aspek pembelajaran,” katanya. Sejak bayi sebenarnya seorang anak sudah dapat diajarkan berenang, sebab saat di dalam kandungan, seorang bayi telah terbiasa berada di dalam cairan selama 9 bulan. Dalam cairan ketuban, seorang bayi akan merasa nyaman dan hangat. Karena itu sejak lahir, si kecil telah memiliki kemampuan instingtif untuk bergerak di bawah air dan tidak takut saat berada di dalam air. Pada usia sekitar empat bulan, seorang bayi telah punya ‘reflek menyelam’ mencegahnya menelan air saat berada di dalam air. Itu sebabnya, di usia ini si kecil akan sangat mudah untuk dilatih berenang.

Tapi setelah otaknya berfungsi dengan baik, reflek ini akan berangsur menghilang, sehingga mau tak mau ia harus kembali belajar menahan napas di dalam air.

Untuk memulai belajar berenang, sebaiknya orangtua memperkenalkan si kecil lebih dulu dengan bermain di bak kamar mandi atau di kolam plastik. Pastikan air yang digunakan cukup hangat, yaitu minimal 33 derajat celcius, sehingga ia tidak kedinginan. Kolam renang kecil ini, akan membantunya memperkenalkan sensasi berada di dalam air. Merasakan bagaimana tubuhnya berada di air, sebelum ia diperkenalkan dengan kolam renang sungguhan. Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tidak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.

Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang. Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. “Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah. Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut, bayi tak bisa berenang lagi, loh…Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisir atau acak-acakan. Soalnya, dengan adanya gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang MANFAAT BERENANG * Menghilangkan rasa takut pada air Banyak anak tak mau belajar renang karena takut air. Jika aktivitas renang dikenalkan sejak bayi, hal itu tak akan terjadi. * Sarana bermain Bermain tak harus selalu di kamar atau di taman.

Kolam renang bisa juga menjadi sarana bermain yang menyenangkan. * Menyehatkan badan dan merangsang gerakan motorik Dengan bermain air, otot-otot bayi berkembang, persendiannya tumbuh secara optimal, pertumbuhan badannya meningkat, dan tubuh pun jadi lentur. Dengan kata lain, semua komponen tubuhnya akan terlatih melalui renang karena seluruh anggota tubuh mulai dari kaki, tangan, hingga kepala digerakkan walaupun belum dengan teknik yang sempurna. Bayi jadi terlatih dan daya tahan tubuhnya pun lebih terjaga. * Mengasah kemandirian, keberanian, dan percaya diri Berenang mendorong bayi tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini tercermin saat bayi tak lagi takut menjelajah bersama orang tua di kolam yang besar. * Kemampuan sosial Berenang bersama-sama di kolam akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan kemampuannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain. * Meningkatkan IQ Keuntungan lainnya, gerakan anggota badan si kecil saat berenang pun, diduga dapat merangsang pertumbuhan syaraf-syaraf tepi. Sehingga syaraf otaknya menjadi lebih aktif dan diharapkan mampu meningkatkan kepintarannya. Jadi jangan lupa untuk menemani si kecil saat berenang, karena kedekatan yang terjalin erat antara orangtua dan anak adalah yang terpenting bagi perkembangannya. Keakraban antara orangtua dan anak, sangat berharga saat ia dewasa kelak.

PERHATIKAN KEBERSIHAN AIR Nah, kini ayah & bunda semakin mantap, kan, mengajak si kecil berenang?Tapi berenangnya di rumah saja, ya…kalau usia si kecil masih di bawah 6 bulan, agar bisa mengontrol kebersihan dan suhu airnya. Jangan lupa, di usia ini enzim pencernaan bayi belum matang. Jadi, kalau ia secara tak sengaja menelan air yang tak bersih kala berenang, bisa mengakibatkan mencret, muntah, dan sebagainya. Bukan berarti di rumah harus ada kolam renang, loh…Toh, banyak benda yang bisa dijadikan sebagai pengganti kolam renang seperti bak mandi, ember besar, bathtub, dan lainnya. Nah, biasakan bayi bermain di situ. “Sebenarnya, ketika bayi tengah mandi atau bermain air merupakan salah satu cara mengenali atau menghayati air pada anak,” tutur Dr. Karel. Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas barulah bawa ia ke kolam renang terbuka atau umum. “Tapi ada hal-hal yang harus diperhatikan apabila mau membawa bayi berenang di kolam renang umum, misalnya pilih waktu yang tepat, yaitu ketika kolam renang masih dalam keadaan bersih, biasanya di waktu pagi. “Suhunya juga harus disesuaikan, sebaiknya jangan lebih dari 31 atau 32 derajat celcius.” Khusus untuk bayi usia satu bulan pertama, suhunya 34-35 derajat celcius. Kebersihan lain yang harus diperhatikan ialah kaporitnya, “jangan terlalu jenuh, karena kaporit bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, dan lainnya.” Ukuran kaporit yang ditetapkan untuk anak adalah 6-8 ppm. Hati-hati, lo, Bu-Pak, jika bayi sudah merasa trauma karena matanya perih, selanjutnya akan jadi kendala.

PERIKSA DULU KONDISI BAYI Sebelum mengajak si kecil, Ibu-Bapak perlu memeriksakan kondisi fisiknya ke dokter. Pasalnya, ada beberapa bayi yang tak boleh melakukan aktivitas renang semisal bayi yang memiliki kelainan, seperti kelainan jantung bawaan. Sementara bayi prematur atau memiliki berat badan rendah ketika lahir, menurut Dr. Karel, bukan pantangan untuk diajak berenang. “Bayi prematur, kan , lahirnya kurang bulan tapi dengan berjalan waktu ia akan mengejar ketinggalannya sehingga beratnya akan bertambah.” Jadi, meski waktu lahir ia sempat tertinggal di belakang, namun pada titik tertentu ia akan bisa mengejar. Begitu pula bayi yang memiliki berat badan rendah. Hal lain yang harus diperhatikan ialah: * Satu jam sebelum berenang, bayi harus sudah makan atau minum. Jangan ajak bayi berenang dalam keadaaan kekenyangan atau begitu makan langsung diajak berenang. Jangan pula mengajaknya berenang dalam keadaan lapar karena dikhawatirkan ia akan minum air kolam. * Lama berenang paling efektif adalah setengah jam karena bayi perlu dijaga daya tahan tubuhnya atau dijaga agar tak bosan karena kelamaan. * Orang tua juga perlu mempelajari pertolongan pertama, sehingga bila terjadi sesuatu yang tak dikehendaki bisa segera memberikan pertolongan pertama karena sudah tahu caranya.

LANGKAH-LANGKAH BELAJAR RENANG Untuk mulai mengajari bayi berenang, kata dokter spesialis kesehatan olahraga dari RS Pondok Indah, Jakarta ini, bayi mesti melalui tahap pengenalan air. * Lakukan latihan awal dengan menggunakan kolam plastik sebelum masuk ke kolam sungguhan. Basahi tubuhnya seperti ketika memandikan agar tak timbul fobia air. Bawa serta mainan tahan air seperti mainan bebek atau ikan, agar ia merasakan main di kolam sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jangan ragu untuk melibatkannya agar mau bermain-main, seperti menciprat-cipratkan air. Ini akan memancingnya untuk tersenyum dan tertawa, sekaligus menstimulasi kemampuan motoriknya. * Jika si kecil sudah akrab dengan air, ajaklah ia untuk masuk ke kolam renang sungguhan. Namun, sebelumnya ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan, antara lain: – Kedalaman kolam Jangan bawa bayi ke kolam renang yang tidak memiliki bagian khusus untuk anak. Pilihlah area yang tingkat kedalamannya hanya sebatas pinggangnya. Selain menghindari hal-hal yang tak diinginkan, semisal tenggelam, kolam yang terlalu dalam juga dikhawatirkan membuat si kecil merasa tak nyaman yang malah mengakibatkannya jadi takut air. Untuk mengenalkan tingkat kedalaman yang berbeda, lakukanlah secara bertahap, dari yang paling dangkal. – Suhu air Air kolam renang sebaiknya jangan terlalu dingin atau terlalu panas. Usahakan yang bersuhu kurang lebih sama dengan suhu badan. Air yang terlalu dingin maupun panas bisa menyebabkan si kecil sakit. – Kejernihan air Usahakan air kolam renang jernih dan tak keruh, sehingga kalaupun terminum tidak mengakibatkan apa-apa.

Sedapat mungkin hindari kolam renang yang airnya mengandung kaporit karena justru akan berdampak buruk pada mata dan kulitnya. – Lantai kolam Perhatikan kebersihan lantai kolam. Hindari yang permukaannya licin karena bisa mengakibatkannya gampang terpeleset. * Sebagai langkah awal, seperti yang dilakukan di kolam karet, lakukan pengenalan air secara bertahap dimulai dengan membasuh seluruh tubuhnya. Lalu dalam posisi duduk gerakkan kaki silih berganti dan gerakkan tangannya seperti mencipratkan air. Jangan lupa, tetap bawa serta mainan air kesayangannya agar si kecil tak cepat bosan berada di kolam. * Tahap berikutnya, gunakan pelampung yang berbentuk ban yang mampu menahan tubuhnya atau yang dilingkarkan pada pergelangan tangan. Fungsi pelampung ini selain sebagai alat pengaman, juga bisa membantu bayi berlatih “mengapung”.

Sambil menggunakan pelampung, bawa ia menyusuri pinggir kolam. Tapi ingat, jangan sesekali melepaskan pegangan maupun pengawasan Anda dari si kecil. * Secara bertahap penggunaan pelampung sebaiknya dihentikan agar bayi tak tergantung pada alat tersebut. Sebagai pengganti pelampung, ayah/ibu bisa memegangi badan si kecil dan ajak untuk menikmati acara jalan-jalan di dalam kolam. Jika ia sudah terbiasa dengan air yang ada di sekelilingnya, secara bertahap pula ajak ia berenang di kolam yang lebih dalam. * Agar bayi lebih termotivasi bereksplorasi di air, ajak anak-anak yang lain. Dengan proses belajar yang menyenangkan di antara banyak teman, tentu bayi akan lebih bersemangat. Secara tidak langsung, dengan banyaknya teman yang ikut berlatih, dalam diri bayi akan tumbuh keyakinan bahwa berenang itu sungguh menyenangkan. * Pengawasan dan pendampingan orang tua memang jelas-jelas harus dilakukan. Ini penting karena tak sedikit bayi yang nyaris tenggelam atau tersedak akibat mulut atau hidungnya kemasukan air.

Jika mengalami hal tak menyenangkan seperti itu bukan tidak mungkin bayi jadi enggan berenang. Sementara jika bayi memang sulit diajari berenang karena takut air, amat disarankan agar orang tua tidak memaksakan kehendak. Mungkin dia butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan air. Yang penting, jalani proses belajar berenang dengan suasana bermain yang menyenangkan. HARUS AMAN Yang penting diperhatikan, ketika berenang bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orang tua harus mendampinginya. Ini syarat mutlak, lo. “Jika orang tua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respon dari orang tua,” tutur Dr. Karel. Disamping, dengan orang tua mendampingi juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antar manusia. “Ini merupakan salah satu keunggulan berenang.” Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orang tua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus menerus dengan anak? Kan , enggak. “Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih. Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak.” Itulah mengapa, kedua orang tua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air. Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan. “Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai.” Bukankah saat berenang, semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja. Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja.

USIA TEPAT BERLATIH RENANG Usia 4-6 bulan adalah saat tepat bagi bayi untuk mengenal kolam renang. Selain insting refleks akuatiknya (kemampuan untuk segera menarik napas sebelum menyentuh air) belum hilang, juga saat pas untuk melatih koordinasi gerakan otot-otot tubuhnya. Ia juga sudah punya naluri mengapung, selain sudah mampu mengatur napas. Yang penting, jangan paksa si kecil berenang. Meski secara alami sudah mahir menahan napas dalam air, umumnya ia akan terus menelan air. Juga, batasi waktunya hingga 10 menit saja, biar ia tidak sakit atau keracunan air (akibat terlalu banyak air atau kurang pembuangan cairan tubuh). Begitu usianya menginjak 6-18 bulan bolehlah waktu berlatihnya ditambah jadi 15 menit. Kalau ia sudah lebih pintar, Anda dapat saja melonggarkan waktu berlatihnya jadi 30 menit. Lalu, pada usia 6-10 bulan, bayi-bayi yang sudah mengenal air dengan baik sudah bisa belajar menahan napas dalam air. Dengan latihan rutin, pada usia 12 bulan biasanya ia sudah bisa dilepas selama beberapa detik untuk berenang dari ayah menuju ke ibu, atau sebaliknya. Setiap anak pasti senang bermain air. Nah, mengapa kesenangan ini tak dimanfaatkan untuk mengajarinya berenang? Manfaatnya banyak, loh. Sesepuh renang di Indonesia, M.F. Siregar, dalam satu kesempatan wawancara pernah mengeluh. Betapa sulit mencari atlet renang yang berbakat, apalagi yang bisa berprestasi tinggi. Salah satunya disebabkan banyak anak yang tak diperkenalkan dengan olahraga ini sejak dini. Menurut dr. Karel Staa, Sp.A dari RS Pondok Indah Jakarta, tak semua orang tua mempunyai keberanian memperkenalkan olahraga renang kepada anaknya. “Sebagian besar orang tua memang mengkhawatirkan anaknya bakal tenggelam,” tuturnya. Lantaran itu, tak sedikit orang tua yang baru mengajari si anak berenang atau memasukkannya ke kursus renang setelah ia mulai besar. Tentunya ini bukan suatu kesalahan. Bagaimanapun, tak ada kata terlambat untuk seseorang mulai belajar. Hanya saja, bila sejak dini si kecil sudah diajarkan berenang, maka manfaatnya tentu akan lebih terasa. Susan Meredith, dalam bukunya Teach Your Child To Swim, mengatakan, berenang bagi batita bukan sekadar olahraga, tapi juga membantu anak mengembangkan ketrampilan motoriknya menjadi kuat dan lebih cepat.

Di samping tentunya untuk kesehatan dan kebugaran, sehingga anak tak gampang terkena penyakit. Keuntungan lain, seperti dikatakan Karel, berenang dapat melatih kepercayaan diri dan mengembangkan inteligensi si anak. Bahkan, berenang juga bisa dijadikan ajang stimulasi psikologis karena terjadi interaksi keluarga yang melibatkan ayah, ibu dan anak, bermain bersama-sama di dalam air. “Bila di dalam satu keluarga terjadi hubungan interaksi yang terus-menerus, nantinya hubungan emosional antar anggota keluarga akan menjadi baik,” paparnya. Lantas, kapan tepatnya si kecil diajari berenang? Menurut Karel, sejak bayi pun sudah bisa diajarkan berenang. “Lepas usia tiga bulan, jika kepalanya sudah tegak dan dinyatakan sehat baik secara motorik, pernafasan, pencernaan maupun jantung, bayi sudah bisa mulai diajarkan berenang,” kata dokter yang mantan atlet renang dan pemegang rekor nasional 200 meter gaya dada pada 1960-1962 ini. Tapi karena di Indonesia belumlah umum mengajari bayi berenang, maka Karel menganjurkan untuk mengajari si kecil kala usianya masih hitungan balita. “Tak usah khawatir anak akan tenggelam,” ujarnya. Karel menjamin, kemungkinan tenggelam sangat kecil bila orang tua sudah menyiapkan anak-anaknya belajar berenang dengan benar dan aman. MENGENAL AIR Sebagai tahap awal, anjur Karel, kenalkan dulu si kecil pada air untuk ia menyesuaikan dirinya dengan air. Anda dapat melakukannya di rumah lewat bak mandi berbentuk bathtub atau “kolam renang” mini dari plastik yang dapat dipompa.

Karel tak menganjurkan Anda mengajak si kecil ke kolam renang publik kendati di sana ada kolam mini untuk anak-anak. Karena pada tahap awal ini, unsur suasana yang cukup intim dan privacy antara Anda dan si kecil sangat diperlukan. “Kalau pertama-tama sudah diajak ke kolam renang publik, maka suasananya yang biasanya hingar-bingar dan bercampur-baur dengan anak-anak lain, malah akan merusak pelajaran paling dasar tapi malah penting ini,” katanya mengingatkan. Jadi yang paling baik adalah mengajari si kecil berenang di rumah. Isi kolam plastik atau bathtub dengan air setinggi kurang lebih 30 centimeter atau setinggi dengkul anak. Sehingga, bila si kecil dalam posisi duduk, permukaan air berada sebatas dadanya. Dan biasanya, pada tahap awal ini, si kecil akan duduk sambil tangannya menyibak-nyibakkan air. Oh ya, jangan lupa pengaturan suhu airnya, yang harus disesuaikan dengan suhu tubuh. Jadi gunakanlah air hangat. Pada tahap pengenalan ini, prinsipnya anak harus senang dulu dengan air dan menganggap air adalah kawannya. Anda dapat membawa serta mainan-mainan aneka warna yang dapat mengapung air, agar si kecil betah berlama-lama di air. Latihan pengenalan terhadap air ini dapat dilakukan setiap hari sebelum si kecil dimandikan agar menjadi kebiasaan. Dapat dilakukan kurang lebih 15-20 menit. MULAI MENGAPUNG Bila si kecil tampak sudah akrab dengan air, barulah Anda dapat mengajaknya ke kolam renang publik. Karena setelah bermain-main dengan air di rumah, diharapkan rasa percaya dirinya sudah tumbuh. Ia telah menganggap air sebagai sahabatnya. Disamping, “Motoriknya juga sudah semakin bagus. Enzim-enzim di tubuhnya juga sudah matang, nature. Sehingga bermain air tak lagi gampang menyebabkan penyakit,” terang Karel.

Pada tahapan ini Anda dapat mulai mengajarinya gerakan mengapung di permukaan air. Dalam posisi tubuh si kecil telentang, letakkan telapak tangan Anda di bagian tengkuk dan bokongnya sehingga posisi tubuhnya sejajar dengan air. Kemudian giring si kecil dalam gerakan maju-mundur. Begitu pula saat si kecil dalam posisi tengkurap. Tapi ingat, tinggi tubuhnya harus sejajar dengan permukaan air. Caranya dengan menyangga bagian dada, perut dan pinggul si kecil. Usahakan agar kepalanya selalu menyembul di permukaan air. Jika si kecil sudah mahir mengapung, Anda dapat melanjutkan “pelajaran” ke tahap berikutnya, yakni mengajarkan dasar-dasar gerakan renang seperti meluncur atau menggerak-gerakkan kaki dengan menggunakan alat bantu. Misalnya pelampung yang dililitkan di lengan, ban plastik yang dililitkan di pinggang, ataupun papan renang. “Biasanya, sebelum usia 3 tahun, dengan penanganan yang baik, anak-anak sudah dapat melakukan gerakan mengapung dengan baik tanpa alat bantu,” terang Karel. Selanjutnya, Anda juga perlu mengajari si kecil latihan bawah air.

Pegang si kecil dalam posisi menggendong agar ia merasa aman dalam dekapan Anda. Kemudian, perlahan-lahan anak dibawa tenggelam dengan jalan menekuk lutut Anda. Sambil Anda menghitung dengan jelas di telinganya, “Satu, dua, tiga, masuk!” Pertahankan posisi si kecil dalam gendongan Anda, lalu perlahan-lahan muncul kembali di permukaan. Lakukan beberapa kali untuk melatihnya berada di bawah air. Latihan ini, menurut Karel, sangat berguna untuk menambah rasa percaya diri anak dalam menghadapi air di kolam. Disamping ia jadi menguasai seluruh dasar-dasar renang. “Tapi latihannya enggak usah sering-sering dan perlu dijaga agar si kecil tak tersedak atau menelan air,” kata Karel. GAYA FAVORIT Nah, sekarang si kecil sudah siap untuk mulai diajarkan gaya-gaya berenang. “Biasanya yang paling sering diajarkan adalah gaya yang menjadi favorit orang tuanya. Tak apa-apa,” ujar Karel. Tapi Anda dianjurkan untuk tak tergesa-gesa mengajarkan berbagai gaya berenang kepada si kecil. “Biasanya orang tua kalau melihat anaknya sudah pandai meluncur, riang bermain di air, itu berarti anaknya sudah siap menerima pelajaran. Padahal tidak demikian,” tulis Susan Meredith. Pelatih renang pada bayi dan anak-anak di Inggris ini mengingatkan, nyaman di air berbeda dengan aman. Tergesa-gesa mengajarkan berbagai gaya berenang, malah bisa tak aman dan tak produktif. Bukan saja tak akan membuat anak menjadi perenang yang lebih baik, juga tak membuatnya tahan terhadap air. Anak-anak yang sudah mendapat latihan dasar-dasar renang, menurut Susan, sebenarnya juga mempunyai risiko yang lebih jika berada di dalam air, dibandingkan anak-anak yang belum berlatih sama sekali. Anak-anak ini cenderung mempunyai perasaan bahwa mereka merasa nyaman dan aman dengan air. Juga karena orang tuanya sering mempunyai kesan bahwa anaknya sudah aman karena biasa berada di air. Masih menurut Susan, ada perbedaan penting antara bisa berenang dan bisa aman di dalam air.

Anak-anak kecil, seberapapun gaya berenang yang dikuasainya, tetap tak akan pernah aman tanpa pengawasan orang tuanya. Kendati demikian tak berarti Anda lantas harus ragu-ragu atau membatalkan sama sekali mengajari si kecil berenang. “Percayalah, rasa percaya diri anak jauh lebih besar dari orang tuanya. Anak-anak lebih tak mudah panik. Mereka pun tak mudah kapok sehingga proses belajarnya lebih cepat. Mereka belum sampai pada rasio-rasio ketakutan. Jiwa mereka adalah bermain. Jadi tantangan baru dianggapnya sebagai enjoyment, tak menakutkan tapi menggembirakan,” tulisnya. TAK MEMAKSA Yang penting diingat, pesan Karel, pada saat anak mulai belajar berenang baik ketika berada di kolam renang mini dibawah pengawasan orang tua maupun di kolam renang besar dalam gendongan orang tua, tahapan yang paling penting ialah membantu anak untuk mendapatkan rasa percaya diri dan nyaman di dalam air. “Karena ini merupakan langkah awal dalam latihan keamanan di dalam air,” katanya.

Selain itu, dalam mengajarkan berenang pada anak, sifatnya harus bermain dan berolahraga. “Anak harus enjoy melakukannya,” tukas Karel. Karena itu Anda diminta tak memaksa anak. Apalagi sebenarnya tak sulit mengajari anak mencintai air, karena pada dasarnya mereka senang bermain. Jika anak sampai membenci air, menurut Susan, pasti ia punya trauma atau masa lalu yang tak menyenangkan dengan air. Anda harus mencari tahu dulu penyebabnya, baru kemudian dicari penanganannya, mungkin dengan melibatkan ahli psikologi anak. Tapi biasanya, dengan kesabaran dan ketelatenan orang tua, anak-anak dapat belajar mencintai air. Nah, apakah sekarang Anda sudah siap untuk mengajari si kecil berenang? Jangan tunda lagi. Siapa tahu kelak negara kita punya juara olimpiade renang, yang salah satunya mungkin putra atau putri Anda tercinta. * Sebelum berenang, balurkan cairan khusus di kulit tubuh si kecil agar sinar matahari tak merusak kulitnya yang masih peka. Cairan ini juga berfungsi melindungi kulit anak dari kemungkinan iritasi yang diakibatkan oleh obat/cairan yang kerap digunakan di kolam renang seperti kaporit. * Untuk perlindungan kulit muka yang sangat sensitif sekaligus perlindungan mata akibat air di kolam renang, gunakan kacamata khusus untuk berenang. Pada beberapa toko olahraga terkemuka, tersedia kacamata renang untuk balita. Namun yang penting usahakan bagian muka dan kepala anak selalu berada di atas air. * Hindari melontarkan kata-kata yang tak mendukung selama Anda mengajari si kecil berenang.

Tunjukkan selalu sikap riang dan wajah penuh senyum, sehingga si kecil dapat menikmati berenangnya. * Bila si kecil mengalami “kecelakaan” seperti tersedak air atau tergelincir, ingatlah untuk tak menunjukkan sikap panik. Lakukan tindakan dengan segera, tapi dengan sikap tetap riang. * Selalu beri pujian setiap kali anak mampu melakukan tahapan berenang yang diajarkan kepadanya. Sebaliknya, jangan mengejek atau mengatakan ia bodoh kala ia gagal, tapi berilah kata-kata yang membuatnya makin bersemangat untuk terus belajar. * Jangan lepaskan si kecil sedetik pun dari pengawasan Anda. Baik kala ia berenang di rumah, di kolam renang umum, maupun di tempat kursus. * Usai berenang, segera mandikan si kecil. Bila berenang di kolam renang umum yang mengandung kaporit, guyur ia dengan air cukup banyak untuk menghilangkan kaporit tersebut menempel terlalu lama di kulit. Gunakan sabun dan sampo khusus untuk anak. Setelah itu, keringkan tubuhnya dan baluri tubuhnya dengan lotion pelembut. * Hentikan kegiatan berenang untuk sementara kala si kecil sakit, kendati ia hanya batuk pilek. Begitu pula jika ia terkena ruam kulit dan diare.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Melatih Motorik Bayi Dengan Renang

Semua anak-anak menyukai berenang dan bermain air. Berenang membuat anak-anak gembira dan motoriknya terlatih. Bahkan para peneliti mengemukakan bahwa berenang bisa diajarkan pada bayi sejak kecil. Melatih bayi berenang bisa membuatnya nyaman dan tidak rewel. Namun yang pasti faktor keamanan harus selalu menjadi prioritas Anda ketika mengajak si kecil berenang. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat berlatih berenang dengan bayi Anda. Pertama, lakukan latihan selama bertahap sesuai umur dan perkembangan si bayi.

Usia yang tepat untuk mulai melatih bayi berenang adalah mulai bayi usia 6 bulan. Pada usia ini umumnya bayi sudah bisa duduk tegak dan menyangga tubuhnya dengan cukup baik. Jika bayi merasa takut dan menangis, maka jangan dipaksakan. Ini karena proses belajar renang harus disesuaikan dengan perkembangan fisik dan kemauan bayi Anda. Lama-lama pasti keberanian bayi terhadap air akan bertambah bahkan ia akan menikmatinya.

Apalagi jika ia merasa kolam renang itu nyaman untuknya. Pilihlah kolam renang yang terjaga kebersihannya, jernih, airnya tidak terlalu dingin, tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu panas karena sinar matahari. Selain itu carilah kolam renang dengan tempat mandi khusus untuk si kecil. Untuk keamanan, gunakan pelampung bayi seperti Neck Ring, yang tepat ukuran dan tekanan anginnya. Dalam melatih bayi berenang, pastikan Anda selalu mendampinginya. Ajari ia menggerak-gerakkan kaki dan tangan. Jangan sampai kepalanya terbenam dalam air. Jika bayi Anda sudah tampak menggigil atau kulitnya menjadi putih keriput, segara selesaikan acara berenang Anda. Waktu maksimal untuk si kecil berenang adalah 20 menit. Kemudian, mandikan si kecil dan baluri tubuhnya dengan minyak telon. Pakaikan baju hangat dan susui. Ia pun akan merasa aman dan terlindungi.

Jika dilakukan dengan benar dan rutin, melatih bayi berenang bisa mendatangkan banyak manfaat untuk si kecil dan Anda sendiri. Manfaat yang pertama adalah melatih keberaniannya sejak dini. Ketika dewasa ia akan sudah terbiasa dengan olahraga air dan mampu menguasai rasa takutnya. Berenang juga bermanfaat untuk mengasah kemandirian dan percaya dirinya. Yang kedua, renang bermanfaat membantu pertumbuhan otot si kecil karena berenang membutuhkan gerak seluruh otot motoriknya. Berenang juga meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit.

Yang tak kalah penting, melatih bayi berenang bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan kekompakan di antara ibu dan anak. Cara ini juga ampuh untuk melatihnya beradaptasi dan bersosialisasi sejak dini. Biasanya di kolam renang juga ada orang tua lain yang mengajak bayinya berenang. Dari sini si kecil bisa mengenal temat-teman seusianya dan Anda sendiri bisa saling bertukar cerita dengan para ibu lainnya.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Mengajari Anak Hidup Sehat Dengan Olahraga Renang

Berenang meningkatkan fungsi kecerdasan anak

Menggerakkan kedua sisi tubuh dengan gerakan yang berpola akan sangat membantu perkembangan otak anak Anda. Gerakan ini mengaktifkan saraf-saraf di otak, terutama pada bagian yang disebut corpus callosum, sebuah daerah di otak yang mengatur komunikasi, umpan balik terhadap rangsang, dan penghantaran rangsang dari satu sisi otak ke sisi yang lain. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan kemampuan membaca, perkembangan bahasa, pembelajaran akademik, dan kesadaran spasial anak.

Penelitian yang dilakukan selama 4 tahun dengan melibatkan lebih dari 7000 anak mendapati bahwa anak yang berenang memiliki perkembangan fisik dan mental yang lebih matang daripada anak-anak yang tidak berenang. Secara lebih spesifik, anak-anak usia 3-5 tahun yang memiliki kebiasaan berenang memiliki kemampuan verbal 11 bulan di atas anak seusianya, kemampuan matematika 6 bulan di atas anak seusianya, dan kemampuan berbahasa 2 bulan di atas anak seusianya. Mereka juga memiliki kemampuan mengingat cerita 17 bulan di atas teman sebayanya dan kemampuan memahami arah 20 bulan di atas teman sebaya.

Belajar berenang dapat mengurangi risiko tenggelam

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tenggelam merupakan sebab kematian terbesar pada anak dan balita. Oleh karena itu, latihan berenang sejak dini sangatlah penting. Salah satu latihan keselamatan yang dapat dilatih bahkan pada bayi adalah mengapung dengan bagian punggung di bawah—sebuah teknik bertahan hidup yang sangat berguna.

Sebuah penelitian pada tahun 2009 memperlihatkan penurunan risiko tenggelam sebanyak 88% pada anak usia 1-4 tahun yang diberi latihan berenang. Penelitian serupa yang dilakukan di Cina memperlihatkan bahwa latihan berenang mengurangi risiko tenggelam sebesar 40%. Walaupun angka tersebut berbeda-beda, namun dapat terlihat bahwa berenang dapat memperkenalkan kemampuan dasar penyelamatan diri di dalam air pada anak.

Berenang meningkatkan kepercayaan diri anak

Belajar berenang dalam kelompok juga memberikan manfaat tersendiri. Saat belajar, anak akan berinteraksi dengan sesama, orangtua, dan pengajar. Hal ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.

Dalam sebuah penelitan di Jerman, anak-anak yang diberi pelajaran berenang pada usia 2 bulan hingga 4 tahun dapat lebih mudah beradapatasi dengan lingkungan baru, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, dan lebih mandiri daripada mereka yang tidak berenang. Selain itu, memberi pelajaran berenang sejak dini pada anak dapat meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dan meningkatkan daya motivasi anak terhadap dirinya sendiri.

Cara aman mengawasi anak belajar berenang

Jangan tinggalkan anak Anda sendiri di mana pun, baik itu di kolam renang atau di dalam bak mandi sekalipun. Ingat, jumlah air yang sedikit saja sudah dapat menyebabkan anak tenggelam. Jika anak Anda masih berada di bawah satu tahun, jangan pernah biarkan anak Anda berada di luar jangkauan tangan Anda. Segera hampiri anak Anda jika anak Anda memperlihatkan tanda-tanda ini di air:

  • Kepala lebih rendah dari air, dan mulut berada sebatas dengan air
  • Kepala mendongak ke belakang dan mulut terbuka
  • Tatapan mata kosong atau terpejam
  • Anak bernapas cepat atau bernapas pendek-pendek

Para ahli juga menyarankan untuk tidak membawa bayi di bawah usia 6 bulan masuk ke dalam kolam renang berkaporit, karena kulit mereka yang masih sensitif. Selama Anda tetap memperhatian anak Anda, maka berenang merupakan kegiatan yang relatif aman. Selain memberikan keuntungan bagi anak, berenang juga bermanfaat untuk mempererat hubungan Anda dengan anak. Akan sangat menyenangkan jika Anda dapat menghabiskan waktu bersama anak di tengah-tengah kesibukan Anda.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Baguskah Renang Untuk Ibu Hamil ?

Tahukah ibu? Ternyata, berenang di saat sedang hamil dapat memberikan manfaat seperti halnya melakukan senam hamil. Berenang saat hamil membantu melenturkan otot-otot tubuh sehingga ibu akan merasa lebih segar dan mengurangi keletihan. Selain itu, berenang juga bisa menjadi salah satu alternatif untuk membantu dalam pengaturan pernapasan yang akan sangat bermanfaat terutama nanti saat ibu  menghadapi persalinan.Menurut para ahli, berenang boleh dilakukan pada usia kehamilan berapa saja. Akan tetapi beberapa pendapat menyatakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan serta agar risiko bahaya lebih sedikit, ada baiknya berenang saat hamil dilakukan pada usia kehamilan tujuh bulan ke atas. Alasannya karena pada usia ini kandungan ibu terbilang lebih stabil dan kuat.

Salah satu manfaat berenang ialah membantu dalam melenturkan otot-otot tubuh yang akan membuat ibu hamil menjadi lebih rileks, sekaligus dalam beberapa gerakan tertentu juga akan membantu memperkuat otot-otot tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat berenang saat hamil yang harus ibu ketahui, yakni :

    1. Meningkatkan sirkulasi udara di dalam tubuh dengan cara meningkatkan fungsi kerja paru-paru melalui gerakan mengambil dan mengeluarkan napas saat berenang. Hal ini akan membantu memperbaiki pernapasan agar lebih teratur dan ibu tidak mudah merasa sesak akibat tekanan perbesaran rahim. (baca juga : cara mengatasi sesak nafas
    2. Membantu memperkuat otot-otot rahim dan panggul karena dalam berenang sendiri pergerakan di daerah ini cukup banyak. Hal ini akan membantu melancarkan persalinan karena kelenturan dan kekuatan otot rahim dan panggul adalah sangat penting dalam proses persalinan nanti.
    3. Membantu melancarkan sirkulasi darah sekaligus menjaga fungsi jantung. Dengan begitu, kebutuhan nutrisi dan oksigen baik untuk ibu maupun janin akan berlangsung dengan baik dan lancar.
    4. Berenang yang dilakukan secara aktif dan teratur dapat membantu menghilangkan lelah dan penat akibat aktivitas sehari-hari ibu. Gerakan-gerakan tubuh ketika berenang juga membantu menyegarkan fisik maupun mental sehingga dapat terasa perbedaannya terutama pada malam hari, tidur ibu akan lebih nyenyak dan berkualitas.
    5. Berenang yang dilakukan secara rutin selain membantu menyegarkan tubuh ternyata juga dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh sehingga ibu tidak mudah sakit, sekaligus memberikan manfaat juga bagi perkembangan janin yang dikandung.
    6. Pergerakan yang santai saat berenang yang dilakukan secara teratur juga mampu membantu mengatasi salah satu ketidaknyamanan saat hamil yakni pembengkakan (oedema) yang sering terjadi terutama saat usia kehamilan trimester ketiga.
    7. Membantu ibu dalam membakar kalori tubuh sehingga dapat mempertahankan berat bada. Sebab, idealnya pertambahan kalori selama hamil ialah 300 kalori lebih banyak dari kebutuhan semasa tidak hamil. Namun, tidak jarang ibu hamil memiliki nafsu yang besar sehingga bisa melebihi kebutuhan kalorinya. Hal ini tidak salah karena memang asupan nutrisi ibu hamil yang diterima akan diteruskan juga untuk janin dalam membantu pertumbuhan dan perkembangannya. Namun, dengan berenang maka dapat membantu metabolisme tubuh lebih cepat sehingga kalori pun lebih cepat terbakar, sekaligus membantu mempertahakan berat badan agar tidak berlebihan.
    8. Manfaat berenang untuk ibu hamil juga bisa membantu mengatasi masalah psikis seperti stres yang tidak jarang dialami, baik karena masalah kehamilannya sendiri atau karena faktor lainnya. Bisa dikatakan juga berenang adalah salah satu cara untuk melatih emosi dengan cara yang menyenangkan; menggerakkan tubuh dengan media air. Terlebih, jika ibu memilih untuk berenang di tempat umum (misal: kolam renang umum), ibu pasti akan bertemu dengan orang banyak atau bahkan dengan sesama ibu hamil lainnya, sehingga dapat membantu ibu untuk melakukan banyak interaksi dengan orang lain. Bagaimanapun, interaksi sosial termasuk cara paling ampuh untuk menghilangkan stres sekaligus cara untuk ibu mendapatkan dan saling berbagi pengetahuan dengan ibu-ibu lainnya. Tidak hanya itu, berkominukasi juga membantu ibu merasa senang dan nyaman.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Latihan Renang Prestasi Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Latihan Renang Prestasi Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Apa Sih Kelebihan Dari Renang?

Renang sebagai olahraga akan membuat tubuh terasa bugar. Berapan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan bergizi juga harus dibarengi dengan olahraga untuk meyeimbangkannya, salah satunya dengan berenang yang baik untuk tubuh. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Melatih Pernafasan

Salah satu olahraga yang dapat melatih pernafasan dan memperkuat nafas adalah berenang. Olah raga air seperti berenang membutuhkan pernafasan yang kuat agar mampu menyelam dalam waktu yang lama. Sistem kerja pernafasan secara sendirinya akan terlatih menjadi lebih panjang saat berenang. Gerakan pada berenang ini juga meliputi seluruh otot anggota gerak tubuh jadi berenang secara teratur dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru menjadi lebih lancar yang penting untuk memberikan pernafasan lebih panjang.

2. Meningkatkan Kekuatan Otot dan Tulang

Anda bisa mengamati atlet renang di seluruh dunia, ada berbagai kelebihan bagi mereka yang menekuni olahraga ini yaitu kuatnya otot dan tulang. Anda tentu bisa melihat bagaimana otot mereka yang memiliki hobi berenang, terlihat lebih keras dan sangat ideal.

3. Meninggikan Badan

Salah satu tips yang paling penting dalam upaya anda meninggikan badan adalah dengan berenang. Selain basket, berenang adalah salah satu jenis olahraga yang paling efektif untuk membuat badan anda lebih tinggi dibandingkan dengan olahraga lainnya. Tidak percaya ? berenang dari berbagai penelitian menempati urutan teratas dalam upaya anda memberikan tinggi badan yang optimal.

4. Sehat Untuk Jantung

Berenang dapat anda gunakan untuk membantu kesehatan jantung dan memperoleh kesehatan alami serta meningkatkan sistem pernafasan tubuh anda. Berenang adalah salah satu jenis olahraga yang sehat untuk jantung.

5. Bentuk tubuh ideal

Anda kesulitan fitness dan tidak berhasil mendapatkan tubuh yang ideal, ada baiknya mempertimbangkan untuk rutin berenang. Berenang sangat efektif dalam membentuk tubuh yang ideal terutama Bisep. Berenang juga memungkinkan semua anggota tubuh bergerak dengan sempurna, dengan berenang maka bisep akan terbentuk lebih sempurna. Tentu otot di bagian tangan dan kaki juga akan terbentuk secara alami.

6.  Meredakan stress

Banyak gerakan dalam air dan berenang ini mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak sehingga suasana hati lebih tenang dan nyaman sehingga ini bisa menurunkan tingkat stresor kita. Bersentuhan dengan air pun membuat tubuh lebih sejuk sehingga mempengaruhi suasana hati dan pikiran.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Latihan Renang Prestasi Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Latihan Renang Prestasi Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Pengaruh Renang Terhadap Pertumbuhan Tubuh

Seperti halnya olahraga yang lain, berenang juga banyak memberikan Manfaat bagi kesehatan. Hal ini akan menghindarkan kita dari obesitas, meningkatkan kekuatan otot, menghilangkan stres, nyeri punggung, meningkatkan tinggi badan, dan bahkan kanker pay*dara. Berenang dengan cara tertentu juga bermanfaat bagi kehamilan. Terjun ke kolam renang atau di tepian laut terbuka sangat menyenangkan, karena kita semua pasti cinta berendam dalam air. Berenang adalah pengalaman yang menggembirakan, dan paling terpenting banyak manfaat unik bagi kesehatan.

Manfaat berenang juga berhubungan dengan perasaan yang menyenangkan, relaksasi, dan rekreasi. Hal ini juga sangat bermanfaat bagi mekanisme tubuh kita juga. Di waktu sedang panas, berendam di air akan membantu mengurangi panas tubuh, sehingga menyegarkan dan bisa meremajakan kembali energi kita. Menurut sebuah studi yang dilakukan di University of Extremadura di Spanyol, berenang di air hangat bahkan bisa meringankan rasa sakit-sakit  pada tubuh.

Berenang akan membuat seluruh otot tubuh bekerja, sehingga meningkatkan kekuatan otot dan kekuatan kardiovaskular. Dengan demikian, tubuh akan menerima asupan yang maksimum melalui berenang. Manfaat Berenang Akhir-akhir ini banyak orang yang lebih menyukai melakukan bentuk olahraga yang menyenangkan, sehingga semakin banyak orang yang terlibat dalam olahraga yang berhubungan dengan air. Mari kita ketahui beberapa manfaat yang bisa kita peroleh dari olahraga renang :

Mencegah Obesitas : Berenang adalah latihan yang sangat bermanfaat untuk mengurangi berat badan dan menghilangkan obesitas. Kegiatan ini akan membakar lebih banyak kalori dalam tubuh kita, karena lebih banyak bagian tubuh yang berbeda yang ikut dalam proses tersebut. Anda bahkan bisa membakar hingga 800 atau 900 kalori hanya dalam satu jam berenang. Banyak orang yang mengikuti berenang untuk tetap fit dan ramping. Menguatkan otot -otot: Orang yang berenang secara teratur memiliki jantung yang kuat dan stamina otot yang lebih baik . Mereka juga mungkin bisa menyembuhkan otot yang terluka lebih cepat dan efektif .

Menghilangkan Stres : Ini adalah kegiatan yang dapat membuat Anda merasa rileks dan meningkatkan energi Anda. Banyak orang yang telah mendapatkan diri mereka terbebas dari stres dan kekhawatiran setelah berenang dengan cara yang baik .

Meredakan Sakit punggung : Semenjak berenang diketahui tidak meregangkan jaringan ikat tubuh, itu adalah olahraga yang baik terutama bagi orang-orang penyandang cacat. Berenang juga bisa membantu individu yang menderita nyeri kaki hingga punggung bagian bawah, arthritis dan osteoporosis.

Kehamilan : Kolam renang akan membantu memperkuat kedua otot yaitu otot perut dan otot bahu. Oleh karena itu, berenang adalah bentuk olahraga yang sangat berguna untuk wanita hamil. Latihan dalam air ini akan meredakan nyeri sendi dan ketidaknyamanan lainnya yang berhubungan dengan kehamilan. Sebuah studi yang dilakukan oleh Melpomene Institute of Minneapolis telah mengkonfirmasikan bahwa berenang bagi wanita hamil akan mengurangi kerentanan terhadap keguguran jika dilakukan secara teratur . Sebaiknya untuk wanita hamil menggunakan cara berenang yang baik atau dipandu oleh instruktur renang.

Kanker Pay*dara : Para ahli medis menyarankan untuk berenang bagi semua pasien pasca operasi kanker payudara, dalam rangka untuk menguatkan kembali otot-otot yang melemah. Namun disarankan juga bagi pasien untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memulai berenang . Meningkatkan tinggi badan Anak-anak dan remaja yang dalam masa pertumbuhan akan mendapat hasil yang luar biasa dengan berenang, karena olahraga ini akan membantu membangun otot dan membantu pertumbuhan tulang. Anak-anak yang berenang secara rutin telah diketahui tumbuh lebih tinggi daripada penambahan berat badan berlebih.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Latihan Renang Prestasi Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Latihan Renang Prestasi Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Renang Itu Baik Buat Bayi 3 Bulan Lohh

Diantara fakta yang akan didapatkan dengan olah raga berenang, berikut ini sejumlah manfaat renang pada bayi diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Manfaat emosional 

Berenang dapat meningkatkan kesejahteraan emosional untuk seorang bayi. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika serikat, berenang dapat meningkatkan mood dan mengurangi kecemasan. Berenang juga merupakan kegiatan yang dapat melibatkan seluruh keluarga. CDC juga menemukan bahwa seorang bayi yang berlatih renang dapat meningkatkan mood yang baik secara keseluruhan.

2. Jenis latihan yang menyenangkan

Berada di dalam kolam renang dapat memberikan bayi berbagai latihan. Hal ini dimulai dari sejumlah kecil aktivitas dan gerakan untuk latihan aerobik. Bersenang-senang dan bermain-main dalam air memungkinkan bayi akan latihan tanpa menyadarinya. Hal ini dapat memberikan peregangan dan penyegaran untuk latihan, sedangkan bila melakukan latihan penuh akan dapat memperkuat paru-paru dan jantung. Kondisi yang menyenangkan akan mengoptimalkan perkembangan bayi setiap usia.

3. Manfaat kesehatan

Berenang sangat bermanfaat bagi bayi yang sedang dalam masalah kesehatan, mulai dari arthritis hingga asma. Bayi yang memiliki kelebihan berat badan akan mendapatkan manfaat pada berenang ini, sebagai salah satu bentuk latihan yang lebih mudah daripada yang lain.

Lebih dari 30% dari anak-anak yang beresiko terhadap penyakit yang berhubungan dengan obesitas menjadikan berenang sebagai obat. Hal ini disebabkan berenang tidak meletakkan beban pada jaringan ikat. Sehingga gerakan di dalam air sendiri membuat olahraga lebih mudah dan lebih menyenangkan bagi bayi, maupun balita yang mengalami kelebihan berat badan. Mereka yang menderita arthritis dan asma pun akan lebih mudah untuk mendapatkan sejumlah kecil latihan dengan dampak yang lebih rendah rendah.

4. Merawat autis pada bayi

Air adalah penyembuh, dapat membelai dan merangsang efek positif pada anak-anak dengan kebutuhan khusus. Ini adalah kondisi belajar yang optimal, yang kemudian dapat dikombinasikan dengan kebaikan dan kesabaran. Selama bertahun-tahun peneliti telah menemukan bahwa bayi autis, bayi, balita dan orang tua mereka menemukan pengalaman pengasuhan dalam berenang. Hal ini membuat sentuhan lingkungan yang menarik, menenangkan dan positif dalam mengembangkan, berinteraksi dan berkembang bersama-sama.

Nah, pencegahan bayi lahir autis ini wajib dilakukan ibu hamil pada perkembangan janin 4 bulan dengan mengkonsumsi makanan untuk mencegah bayi cacat lahir.

5. Mengoptimalkan kecerdasan bayi

Para peneliti mendokumentasikan bahwa efek berenang akan memberikan rangsangan yang baik untuk bayi maupun balita. Sedangkan untuk bayi, berenang membuat seorang mereka memiliki potensi dalam meningkatkan kecerdasan, konsentrasi, kewaspadaan, dan kemampuan perseptual.

Selain mencapai pertumbuhan fisik yang lebih cepat, manfaat berenang pada bayi adalah ketika menjadi anak-anak juga dapat mencetak secara signifikan lebih baik dalam keterampilan visual motorik. Hal ini seperti memotong kertas, mewarnai dan menggambar garis dan bentuk, serta banyak tugas matematis terkait seperti ekspresi lisan juga lebih baik serta di bidang umum seperti membaca dan menghitung.

Selain itu peningkatan dalam pembangunan sosial, emosional dan fisik juga telah ditemukan. Tentu saja, manifestasi kognitif dalam pengembangan pribadi dan motorik membutuhkan waktu, kesabaran dan pengulangan. Namun fenomena ini telah ditemukan, terutama pada anak-anak yang mulai pelajaran berenang sebelum berusia 12 bulan akan mendapatkan hasil maksimal.

6. Mengurangi ketakutan anak terhadap air

Memperkenalkan bayi pada air di usia yang sangat muda akan membantu mencegah seorang bayi takut akan air. Latihan yang melibatkan pergerakan tubuh secara independen didalam air akan mengurangi kecemasan tentang air.

7. Meningkatkan keseimbangan pada bayi

Berada di dalam air akan membantu meningkatkan koordinasi dan keseimbangan. Sebagai contoh, sebuah studi 2009 oleh Universitas Sains & Teknologi di Norwegia menemukan, bahwa bayi yang berenang memiliki keseimbangan yang lebih baik dan dapat memahami objek yang lebih mudah. Keseimbangan pada bayi ini juga bisa dikembangkan dengan membiasakan posisi tidur yang baik.

8. Meningkatkan respon bayi

Berenang akan meningkatkan respon pada bayi. Hal ini adalah dengan cara mereka menanggapi perintah suara yang berulang-ulang, sehingga dapat mempertajam kemampuan mental bayi dan meningkatkan tingkat pemahaman mereka. Sebuah penelitian di Jerman menemukan bahwa bayi yang berenang memiliki perkembangan motorik lebih maju, keterampilan sosial dan kecerdasan yang lebih baik dimasa mendatang.

Memang berenang sejak lahir akan memberikan pengaruh kesehatan dan pengembangan yang baik kedepannya, dan hal ini bisa memicu minat bayi dimasa depannya ke dalam olahraga. Setiap pelajaran berenang akan memperkuat jantung dan paru-paru bayi sehingga pada gilirannya dapat membantu perkembangan otak, termasuk merangsang semua lima panca indera selain suara (rasa, bau, sentuhan, dan penglihatan).

9. Meningkatkan nafsu makan pada bayi

Air yang hangat akan melemaskan otot bayi dan berenang dapat merangsang nafsu makan pada bayi. Selain masalah penyebab anak susah makan yang ditangani dengan berenang, ternyata juga meningkatkan pola tidur bayi yang lebih teratur.

10. Meningkatkan ikatan antara orang tua dan bayi

Bersentuhan antara kulit dengan kulit akan memperkuat ikatan antara orang tua dan bayi. Bagi orang tua dengan anak yang lebih dari satu, ini adalah salah satu kesempatan untuk fokus sepenuhnya pada bayi anda (dan mungkin akan menjadi satu-satunya waktu ketika ponsel orang tua keluar dari jangkauan pendengaran). Kondisi ini sama seperti manfaat memberikan ASI bagi ibu untuk membangun ikatan batin pada bayi.

11. Membuat bayi lebih terampil kedepannya

Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang suka berenang akan lebih cerdas kedepannya. Para peneliti dari Griffith Institute for Educational Research menemukan pada anak-anak yang berpartisipasi pada awal tahun berenang ternyata mencapai berbagai keterampilan lebih awal dari populasi normal diantara anak-anak pada umumnya.  Hal ini dilakukan oleh Griffith Institute for Educational Research dengan melakukan penelitian yang melibatkan 7000 balita dari Australia, Selandia Baru dan Amerika Serikat selama tiga tahun. Selanjutnya 180 anak-anak berusia 3, 4 dan 5 tahun yang telah terlibat dalam pengujian intensif, sehingga studi paling komprehensif di dunia dalam awal-tahun berenang.

Sang peneliti utama Profesor Robyn Jorgensen mengatakan penelitian ini menunjukkan anak-anak yang berpartisipasi pada awal tahun berenang mencapai berbagai keterampilan lebih awal dari populasi normal anak-anak pada umumnya. “Banyak dari keterampilan ini yaitu diantaranya manfaat untuk membantu anak-anak ke dalam masa transisi ke dalam konteks pembelajaran formal seperti pra-sekolah atau sekolah”.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Latihan Renang Prestasi Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Latihan Renang Prestasi Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Bentuk otot Tubuh Dengan Renang

renang adalah salah satu cara terbaik untuk mendapatkan tubuh proporsional. Dalam berenang hampir setiap bagian tubuh mulai dari tangan, pinggul, paha dan kaki ikut bergerak. Sehingga akan melatih otot tubuh.

Bila Anda memilih berenang sebagai cara membentuk tubuh Anda. Rencanakan secara baik. Karena membentuk tubuh dengan berenang tidak bisa dilakukan satu dua kali. Rencanakan waktu berenang Anda setidaknya 3 sampai 4 hari dalam seminggu.

Lakukan dengan intesitas kecepatan sedang. Setiap sesi berenang, usahakan Anda berenang selama 30 menit , lakukan latiahan sampai dengan 2 atau 3 sesi untuk mendapatkan hal yang maksimal.

Lakukan dengan variasi gaya berenang. Ada berbagai variasi gaya berenang sebagai berikut :

1. Gaya bebas, gaya ini mengunakan pergerakan tangan dan kaki secara aktif. Dengan posisi dada menghadap ke permukaan air.

Kedua belah tangan secara bergantian digerakan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh. Sementara kaki mencambuk secara bergantian naik turun keatas dan kebawah secara bergantian.

2. Gaya dada atau gaya katak adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan mengepakan secara bersamaan.
3. Gaya punggung, gaya punggung adalah berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air atau menghadap ke atas. Gaya ini terlihat mudah, namun perlu latihan dalam melakukan gaya ini.

4. Gaya kupu-kupu atau gaya dolphin adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Latihan Renang Prestasi Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Latihan Renang Prestasi Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Renang Di Pagi Hari Membuat Badan Kita Sehat Lohh !!

renang adalah salah satu jenis olahraga yang mampu meningkatkan kesehatan seseorang yang jg merupakan olahraga tanpa gaya gravitasi bumi (non weight barring). Berenang terbilang minim risiko cedera fisik karena saat berenang seluruh berat badan ditahan oleh air atau mengapung.

Selain itu berenang merupakan olahraga yang paling dianjurkan bagi mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), ibu hamil dan penderita gangguan persendian tulang atau arthritis. Berenang memiliki banyak manfaat yang dapat dirasakan apabila kita melakukannya secara benar dan rutin, manfaat tersebut antara lain :

1. Membentuk otot
Saat berenang, kita menggerakkan hampir keseluruhan otot-otot pada tubuh, mulai dari kepala, leher, anggota gerak atas, dada, perut, punggung, pinggang, anggota gerak bawah, dan telapak kaki. Saat bergerak di dalam air, tubuh mengeluarkan energi lebih besar karena harus ‘melawan’ massa air yang mampu menguatkan dan melenturkan otot-otot tubuh.
2. Meningkatkan kemampuan fungsi jantung dan paru-paru
Gerakan mendorong dan menendang air dengan anggota tubuh terutama tangan dan kaki, dapat memacu aliran darah ke jantung, pembuluh darah, dan paru-paru. Artinya, berenang dapat dikategorikan sebagai latihan aerobik dalam air.
3. Menambah tinggi badan
Berenang secara baik dan benar akan membuat tubuh tumbuh lebih tinggi (bagi yang masih dalam pertumbuhan tentunya).
4. Melatih pernafasan
Sangat dianjurkan bagi orang yg terkena penyakit asma untuk berenang karena sistem crdiovaskular dan pernafasan dapat menjadi kuat. Penapasan kita menjadi lebih sehat, lancar, dan bisa pernafasan menjadi lebih panjang.
5. Membakar kalori lebih banyak
Saat berenang, tubuh akan terasa lebih berat bergerak di dalam air. Otomatis energi yang dibutuhkan pun menjadi lebih tinggi, sehingga dapat secara efektif membakar sekitar 24% kalori tubuh.
6. Self safety
Dengan berenang kita tidak perlu khawatir apabila suatu saat mengalami hal-hal yang tidak diinginkan khususnya yang berhubungan dengan air (jatuh ke laut dll).
7. Menghilangkan stres.
Secara psikologis, berenang juga dapat membuat hati dan pikiran lebih relaks. Gerakan berenang yang dilakukan dengan santai dan perlahan, mampu meningkatkan hormon endorfin dalam otak. Suasana hati jadi sejuk, pikiran lebih adem, badan pun bebas gerah.

Sebelum berenang, ag tubuh tidak ‘kaget’, dianjurkan melakukan gerakan pemanasan untuk mencegah kram otot sekaligus juga berfungsi untuk meningkatkan suhu tubuh dan detak jantung secara bertahap dan juga lakukan pendinginan setelah selesai berenang agar suhu tubuh dan detak jantung tidak menurun secara drastis dengan cara berenang perlahan-lahan selama 5 menit.

Untuk pemanasan dapat dimulai dengan melakukan gerakan-gerakan ringan, seperti mengayunkan tangan dan kaki atau berjalan-jalan di sekitar kolam renang selama 10-15 menit. Lalu secara bertahap mulailah dengan satu putaran menyeberangi kolam, lalu istirahatlah selama 30 detik beberapa kali dan puncaknya berenang selama 20-40 menit tanpa henti. Setelah beberapa minggu, latihan bisa ditingkatkan. Sebaiknya, berganti-ganti gaya renang supaya semua otot terlatih.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Latihan Renang Prestasi Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Latihan Renang Prestasi Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Belajar Renang Itu Asik Lohhh !!

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahuanhu bahwa Rasulullah SAW bersabda,”Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang.” (HR. An-Nasa’i).

Umar bin Al-Khattab berkata,”Ajari anak-anakmu berenang, memanah dan naik kuda”.
Anak-anak paling suka bermain air,mulai balita 2 tahun hingga 5 tahun keatas. Jangan sia-siakan kesenangannya ini. Ajak anak Anda bermain langsung di air dan belajar berenang untuk mengoptimalkan tumbuh kembangnya. Selain itu, dari hadist diatas juga terlihat bahwa Rasulullah SAW menyebutkan bahwa mengajarkan renang bukan termasuk perbuatan yang sia-sia.
Kenapa sih anak diajarkan berenang sejak dini?
Belajar berenang diutamakan sudah dilakukan sejak usia masih kecil. Setidaknya ada dua alasan yang melatar-belakanginya.

Alasan pertama, karena belajar menguasai sesuatu akan menjadi lebih mudah bila dikerjakan di usia dini. Maka nasehat Umar bin Al-Khattab radhiyallahuanhu untuk mengajarkan anak-anak kita berenang sejak kecil sudah sangat tepat.
Alasan kedua, anak yang masih kecil belum lagi terikat dengan aturan masalah membuka aurat serta keharusan menjaga pandangan.

Kenapa berenang merupakan pilihan olahraga yang baik untuk anak ?

Setidaknya ada beberapa alasan mengapa memilih olahraga berenang, berikut diantaranya :
  • Berenang itu menyenangkan, disukai anak-anak dan menjaga tubuh anak tetap fit
  • Berenang itu sesuatu yang dapat dilakukan secara berkelanjutan hingga dewasa bahkan hingga tua
  • Berenang dapat dilakukan secara individu maupun berkelompok
  • Berenang mengajarkan teknik mengamankan diri dari bahaya tenggelam yang merupakan penyebab utama kedua kematian anak muda
  • Berenang menyehatkan jantung, meningkatkan stamina, kekuatan, dan fleksibilitas tubuh
  • Berenang mencegah obesitas pada anak
  • Berenang melatih kedisiplinan
  • Profesor Robyn Jorgensen, guru besar Universitas Griffith, Australia mengatakan anak yang memiliki rutinitas berenang tidak hanya unggul fisik dan motoriknya bahkan cenderung lebih percaya diri, berani, memiliki ekpresi oral yang lebih baik dari anak seusianya serta memiliki kecerdasan otak yang lebih baik

Pengalaman memilih tempat les berenang

Nah ini yang sempat bikin galau saat memilih tempat les berenang dan memilih guru yang cocok untuk mengajarkan berenang anak yang pas dikantong juga pastinya hehe. Saat memutuskan untuk mengajak putra-putri kita untuk belajar berenang, ada baiknya bunda melakukan survey terlebih dahulu mengenai info-info berikut :
  1. Cari tempat berenang yang nyaman dan pastinya tidak jauh dari tempat tinggal
  2. Cari tempat berenang yang walaupun murah tetapi terjaga kebersihannya
  3. Cari tahu apakah ada pelatih les renang yang mengajar dikolam renang yang kita survey (jika ingin menggunakan pelatih lokal (karyawan kolam)).

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Latihan Renang Prestasi Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Latihan Renang Prestasi Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School