Mengapa Perlu Renang ?

Karena latihan renang adalah latihan stamina (endurance) dengan hambatan (resistance) yang sasarannya mengarah ke otot-otot pendukung dan juga sebagai pemulihan (recovery) untuk pelari.
Berenang sering disebut-sebut sebagai cross training yang disarankan untuk pelari. Selain baik untuk refreshing, berenang juga merupakan olahraga yang tidak melawan gravitasi sehingga tidak rawan cedera. Lari, sebaliknya, adalah olahraga yang tinggi benturan (high impact).

Hal ini bisa menyebabkan masalah pada lutut atau bagian tubuh yang lain. Di sinilah berenang bisa bermanfaat karena meminimalkan risiko cedera namun tetep bermanfaat untuk penguatan otot serta daya tahan. Ujung-ujungnya, membantu mengurangi risiko cedera bahkan berguna untuk proses pemulihan.
Selain itu, berenang juga memiliki manfaat penguatan otot di hampir seluruh bagian tubuh manusia. Manfaatnya tidak hanya untuk otot, melainkan juga untuk paru-paru dan jantung –ini bila Anda melakukan latihan dengan benar dan rutin. Pelari umumnya memfokuskan latihan pada otot paha depan (quadriceps) dan paha belakang (hamstrings), dan jarang melatih otot paha luar dan dalam. Akibatnya, pelari memiliki otot paha depan dan belakang yang kuat, namun sebagai kompensasinya, otot paha luar dan dalam menjadi lemah. Ketidakseimbangan otot ini dapat berujung pada cedera dan menurunnya performa lari.
Albert Sutanto, mantan atlet renang nasional yang kini menjadi pelatih renang nasional, menyarankan pelari berlatih renang untuk mengoreksi hal ini. “Lari dan berenang sama-sama melatih kaki tapi otot yang dilatih akan berbeda. Bila pelari mau berlatih renang dengan tujuan menguatkan otot kaki yang tidak terlatih, lakukan latihan kaki gaya bebas.” Gunakan alat bantu pelampung (kick board).
“Sementara untuk latihan dengan full stroke gaya bebas disarankan untuk latihan 6 beats kicking. Artinya setiap tiga gerakan kaki diikuti satu gerakan tangan. Kaki kiri dan kanan masing-masing 3 gerakan kaki, sehingga total 6 gerakan kaki dan 2 kayuhan tangan untuk satu siklus gerakan gaya bebas,” jelas Albert. Gambarannya kira-kira seperti ini: Katakanlah Anda berotasi dari kanan ke kiri, setiap dua tendangan, lakukan tendangan ketiga sembari mengganti tangan. Ikuti dengan tendangan keempat dan kelima, lalu ganti tangan pada tendangan keenam. Dengan demikian ada enam tendangan per siklus. Disarankan juga untuk melakukan variasi latihan dengan menggunakan kaki katak (fins). Untuk latihan yang hanya fokus pada penguatan otot kaki, berenanglah sambil menggenggam pelampung di depan Anda dan lakukan gerakan kaki dengan konstan / stabil. “Untuk pelari, saya anjurkan melakukan minimal latihan 30 menit, 2-3 kali seminggu,” saran Albert. “Latihan ini efektif untuk memperkuat kaki. Dan karena tidak melawan gravitasi saat berenang, maka risiko cederanya minim.”

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut les renang di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Les Berenang di Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *