Tag: Privat Renang Di Bandung

Manfaat Rajin Olahraga Renang Bagi Wanita

Dengan beberapa aktivitas yang anda lakukan setiap harinya membuat anda mengalami stress bahkan tak jarang anda mengalami kepenatan di tempat kerja atau di rumah. Hanya dengan olahraga masalah-masalah seperti itu bisa anda kelola dan berpengaruh positif untuk tubuh anda. Berikut manfaat yang dihasilkan dari olahraga bagi kesehatan wanita :

1.  Menambah Energi

Anda dapat melakukan olahraga minimal 30 menit sekali setiap hari. Dengan olahraga yang teratur membuat tubuh anda melepaskan endorphin (senyawa kimia yang dihasilkan di otak sehingga membuat anda rileks) ke dalam darah sehingga anda akan memberikan tenaga pada tubuh anda. Adapun untuk anda yang sering mengalami kelelahan sehabis olahraga, hal tersebut diakibatkan karena tubuh anda belum terbiasa. Kelelahan biasanya terjadi pada sesi pertama anda berolahraga setelah itu akan hilang dengan sendirinya. Bagi anda yang aktif, olahraga sangat penting untuk menjaga energi sepanjang hari.

2.  Melawan Penyakit Osteoporosis

Osteoporosis pada wanita resikonya lebih tinggi ketimbang untuk pria, bahkan wanita lebih memungkinkan osteoporosis lebih awal ,apalagi untuk anda yang telah mengalami menopause, laju kerusakan tulang lebih cepat. Penelitian menunjukan dengan berolahraga akan membantu anda untuk menghindari beberapa penyakit, diantanya adalah osteoporosis.

3.  Membantu Menajaga Berat Badan Ideal

Wanita kurang percaya diri ketika memiliki berat badan yang berlebih, banyak diantaranya wanita yang rela diet habis-habisan untuk mengembalikan berat badan ideal, mungkin diantaranya anda? Jika anda melakukan diet tanpa olahraga, hasilnya tidak akan maksimal. Melakukan olahraga dengan konsisten akan membantu otot membakar kalori. Dengan demikian banyak otot yang anda miliki semakin baik metabolisme yang anda alami, sehinga metabolisme yang baik akan membantu anda lebih sehat.

4.  Mengimbangi Perubahan Fisik Saat Kehamilan

Adanya pengaruh hormon relaksin pada saat kehamilan, relaksasi persendian pada trisemester ketiga mengakibatkan nyeri pinggung bahkan hingga mengakibatkan keseimbangan, anda dapat melakukan latihan-latihan dalam memperkuat otot pinggang dan perut dengan olahraga yang tepat, seperti renang. Pada masa kehamilan anda dapat melakukan olahraga ringan dan membantu anda menyesuaikan diri terhadap perubahan fisik seperti misalnya dengan senam ibu hamil atau yoga sehingga cara sesuai dan tidak membahayakan anda dan janin.

5.  Olahraga untuk Kecantikan Wanita

Kecantikan dan keindahan kuliit menjadi harapan setiap wanita. Untuk anda yang berolahraga secara rutin akan membantu anda dalam mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkan tubuh. Selain itu dengan menjalankan olahraga yang seimbang akan membantu anda untuk mengurangi radikal bebas di dalam tubuh. Sirkulasi darah menhadi lebih lanjar dan juga merangsang produksi kolagen sehingga kulit menjadi kencang, produksi kolagen dapat dipicu dengan cara olahraga rutin. Mencegah timbulnya jerawat pada wajah karena dapat mengontrol hormon DHEA dan DHT, penyebab jerawat. Bagi anda yang memiliki selulit, dengan olahraga dapat dikurangi karena dengan adanya prooses pembentukan dan perengangan pada otot anda sehingga dengan sendirinya selulit akan hilang.

6.  Mengurangi Gejala PMS

Anda dapat mengurangi gejala-gejala PMS dengan melakukan olahraga sebelum menstruasi anda datang setiap bulannya. Sehingga anda dapat mengurangi pegal-pegal, kehilangan semangat, mudah letih dan lesu apalagi untuk anda yang mengalami nyeri di bagian bawah perut. Dengan olahraga siklus menstruasi anda juga akan lebih teratur. Bahkan untuk anda yang jarang melakukan olahraga akan memiliki kemungkinan resiko tinggi siklus menstruasi panjang.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Menyembuhkan Segala Penyakit Dengan Olahraga Renang

Jadi renang bukan hanya olahraga tapi juga dapat menyembuhkan penyakit. Di balik gerakan renang ada manfaat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit diantaranya penyakit serangan jantung (heart attack), kencing manis (diabetes melitus).

Selain itu renang juga dapat memperbaiki pembuluh darah seperti varises, ambeien, tukak lambung, dan usus dua belas jari mengalami perbaikan.

1.Jantung koroner

Penyakit jantung koroner disebabkan adanya penyempitan dan penyumpatan pembuluh arteri koroner. Ini di akibatkan penumpukan dari zat-zat lemak (kolesterol, trigliserida) yang makin lama makin banyak yang menumpuk di lapisan dalam (endotelium) dari dinding pembuluh nadi. Kebiasaan buruk yang memicu terjadinya penyakit jantung koroner yaitu merokok, kadar lemak darah (kolesterol) yang tinggi.

Penyakit jantung koroner ini banyak diderita oleh mayarakat di dunia.Di Amerika hampir satu juta orang meninggal dunia setiap tahun. Angka ini tergolong tinggi. Cara yang paling baik untuk mengatasi dan mengobatinya ialah dengan berenang. Berenang dapat memperbaiki efisiensi memompa dan meningkatkan kekuatan otot jantung, sehinggapada setiap denyut memperbesar jumlah darah yang dialirkan ke otot jantung sehingga penyakit jantung koroner dapat di sembuhkan.

Berenang dapat merendahkan gula darah karena dalam berenang semua anggota tubuh kita bergerak. sehingga kencing manis (diabetes melitus) pun membaik. Dengan membaiknya diabetes melitus penyakit jantung koroner pun dapat disembuhkan. Selainitu aerobik juga bisa menyembuhkan penyakit jantung koroner karena dapat memperkuat jantung dan membakar lemak. Sebaiknya aerobik dilakukan 30 menit setiap hari 3 sampai 4 kali seminggu.

2.Varises

Varises adalah suatu kelainan yang di sebabkan oleh pelebaran pembuluh balik sehingga terlihat urat-urat halus menyembul di seput betis belakang. Varises membuat sirkulasi darah tidak lancar karena terhambat di sekitar betis dan tungkai kaki saat menahan berat tubuh. Akir-akhir ini diketahui bahwa varises juga tidak hanya terdapat di kaki tetapi juga di lengan. Faktor yang mempengaruhi terjadinya penyakit varises yaitu keturunan/gen, gaya hidup yang tidak sehat, faktor gaya hidup yang tidak sehat bisa di lihat gaya hidup perkotaan yang kurang bergerak atau olahraga, varises yang terjadi pada orang muda karena kegemukan atau kebanyakan kolesterol (ensiklopedi kesehatan).

Bagi orang yang kurang gerak maka pembuluh darah venanya tidak mampu memompa darah secara maksimal. Cara mencegah yang baik ialah dengan olahraga yaitu berenang. Dengan berenang maka sirkulasi darah akan lancar sehingga tidak ada penumpukan darah di betis.

Olahraga sangat banyak manfaatnya bahkan islam sendiri menganjurkan untuk berolahraga. Yaitu terdapat pada Al-qur’an surah Al-Anfaal ayat 60 yang berbunyi “orang mukmin yang kuat lebih di cintai Allah”. Dan juga sabda nabi Muhammad SAW “Akal yang sehat ada di badan yang sehat”. Bahkan ada hadis yang menyuruh untuk berenang saking banyaknya manfaat berenang itu seperti hadis ini “Ajarilah anak-anakmu berenang dan memanah dan sebaik-baik permainan wanita mukmin di rumahnya adalah menenun”.(Al-quran dan panduan kesehatan masyarakat).

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Melancarkan Pertumbuhan Anak Dengan Renang

Renang adalah olah raga favorit yang dipilih orang tua bagi anak-anaknya. Olah raga ini menjadi cara untuk menggenjot tinggi badan si kecil. Benarkah demikian?

Selain cerdas, sehat, dan kuat, harapan orang tua saat ini adalah anak-anaknya mempunyai tubuh yang tinggi. Karena beberapa bidang pekerjaan menuntut seseorang bertubuh tinggi. Di Indonesia tinggi badan laki-laki ideal adalah 170-180 cm sedangkan tinggi badan perempuan 160-170 cm.

Berenang adalah salah satu olah raga yang paling sering dipilih orang tua guna memacu tinggi badan anak. Meski tidak dirancang menjadi atlit renang, anak pun secara rutin diajak berenang. Jika tidak, jangan harap anak bertubuh tinggi. Mitos ini sudah jamak kita dengar. Bisa jadi, anda pun berpendapat sama.

Sebelum para orang tua kecewa setelah bertahun-tahun mengajak si kecil berenang, dan berharap pertambahan tinggi tubuh anak melebihi anak lainnya, sebaiknya marilah mencari tahu faktor-faktor apa sajakah yang dapat membuat si kecil bertubuh tinggi.

Fakta yang sebenarnya
Berenang memang melatih semua otot-otot tubuh sehingga dapat membantu anak untuk bertambah tinggi. Olah raga ini dapat memicu hormon-hormon pertumbuhan bekerja lebih baik agar si kecil terus bertambah tinggi dan berkembang. Namun, berenang hanyalah salah satu dari sekian banyak aktifitas yang dapat dilakukan si kecil dengan manfaat yang sama (baca: menambah tinggi badan).

Pertambahan tinggi badan anak tidak hanya dipicu oleh aktivitas renang. Hal lain yang lebih menentukan dalam urusan tinggi badan adalah faktor genetik atau keturunan. Jika tinggi badan anda dan pasangan biasa-biasa saja maka besar kemungkinan tinggi badan si kecil pun biasa-biasa saja. Begitu pula sebaliknya. Jika tubuh anda tinggi semampai si kecil cenderung memiliki postur tubuh demikian.

Faktor lain yang juga turut- memicu tumbuh kembang anak– adalah nutrisi. Anak yang mendapatkan nutrisi memadai dan seimbang cenderung tumbuh secara optimal. Jadi meskipun anak sering berenang tapi pola makannya buruk, tinggi badannya tetap tidak akan bertambah.

Istirahat, adalah syarat pen-ting bagi tumbuh kembang anak. Tubuh akan menjadi lebih tinggi dan bertambah besar pada saat ia beristirahat (tidur). Ini artinya jika si kecil ingin pertumbuhan badannya optimal maka ia harus mendapatkan istirahat yang memadai. Untuk itu, pastikan pola tidur si kecil cukup sehat.

Selain itu yang perlu diperhatikan adalah tahapan pertumbuhan anak. Dalam perkembangannya anak mengalami saat-saat di mana tubuhnya berkembang sangat lambat dan sangat cepat. Sehingga, kendati si kecil berenang secara teratur, tinggi badannya tidak akan bertambah jika aktifitas ini dilakukan pada fase pertumbuhan lambat yaitu sekitar usia bayi-balita dan usia 16-17 tahun.

Pertumbuhan cepat terjadi pada usia 9-12 tahun. Yaitu ketika anak memasuki masa puber. Pada saat ini hormon-hormon pertumbuhan bekerja sangat aktif. Jadi meskipun anak tidak berenang, akan terjadi pertumbuhan tinggi badan yang signifikan. Tetapi, dengan melakukan aktifitas fisik yang cukup, salah satunya dengan renang, pertumbuhan atau penambahan tinggi badan akan semakin optimal.

Namun dengan kenyataan ini bukan berarti anda tidak perlu mengenalkan olah raga renang sejak dini pada anak. Banyak sekali manfaat berenang selain menambah tinggi badan. Pada anak-anak yang mempuyai riwayat asma atau sudah menderita asma, berenang dapat membantu melatih paru-parunya. Berenang juga dapat menjadi sarana yang efektif bagi anak untuk bersosialisasi, melatih keberanian, dan mengenal lingkungan baru.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Menghilangkan Stess Dengan Cepat

Berenang mampu melepaskan stres, membuat hati dan pikiran menjadi santai. Jika dilakukan dilakukan dengan santai dan pelahan, hormon endorfin yang terdapat di dalam otak mengucur dan memberikan efek bahagia dan relaksasi. Selain menyenangkan, berenang juga menyehatkan dan tepat untuk semua umur.

Bagi anak-anak, kolam renang merupakan sesuatu yang berbeda yang baik untuk pertumbuhannya. Bagi mereka yang dewasa, berenang adalah cara relaksasi untuk mengendurkan otot-otot kaku serta menyegarkan otak setelah jenuh dalam rutinitas kerja. Bagi keluarga, berenang adalah momen untuk menjaga hubungan yang harmonis.

Saat kita berenang, semua otot tubuh bergerak, gerakan mendorong atau menendang dengan kaki dan tangan mampu memperlancar aliran darah. Otot-otot utama seperti perut, lengan, pinggul, pantat dan paha, juga terus berkontraksi dan menguat. Di saat itu pula sendi menjadi lebih lentur terutama di bagian leher, bahu dan pinggul.

Berenang baik juga untuk mereka yang kelebihan berat badan, ibu hamil atau orang usia lanjut. Ini karena seluruh berat badan ditahan oleh air sehingga sendi-sendi tubuh untuk menopang badan menjadi berkurang bebannya. Jumlah kalori yang dibakar pada saat berenang secara serius setara dengan bersepeda atau jalan cepat.

Bagaimana cara berenang dengan dengan santai? berikut ini tipsnya :

Mulailah kegiatan berenang anda dengan melakukan pemanasan dan peregangan. Ini berguna untuk mengondisikan tubuh agar siap gerak dan mencegah kram. Caranya dengan berjalan-jalan atau lari-lari kecil di sekitar kolam renang selama 10 menit. Lalu lakukan peregangan dengan 15 kali hitungan selama 5 – 10 menit.

Berenang dilakukan secara bertahap. Mulai dengan satu putaran mengelilingi atau menyebrangi kolam renang dan beristirahat sejenak kemudian diulang lagi. Cobalah untuk berenang dengan santaidan tidak banyak menggunakan energi. Biarkan pikiran anda berkelana, sementara anda fokus pada ritme gerak atau ayunan tangan dan kaki yang membelah air. Buanglah semua rasa beban dengan merasakan aliran air. Selesai berenang anda akan merasakan sesuatu yang berbeda.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Ini Dia Alasan Kenapa Kita Harus Bisa Renang

Berikut adalah 10 alasan untuk buku pelajaran berenang, dan belajar berenang hari ini

1) Pelajaran renang, dan akhirnya bisa berenang membawa banyak manfaat, seperti rasa aman di dekat air, dan menikmati menjadi di kolam renang dan merasa cukup percaya diri untuk mencoba olahraga air lainnya mungkin sementara berlibur. Bayangkan bisa ski air, berlayar atau perahu, atau pergi memancing laut. Bahkan hanya berada di pantai atau kolam batu menyelidiki membutuhkan tingkat tertentu dari keselamatan air, terutama di mana anak-anak yang bersangkutan.

 

2) Banyak kolam renang dan klub renang menawarkan pelajaran berenang untuk anak-anak berumur 3. Anak Anda mungkin akan menikmati belajar berenang, dan akan mengalami rasa prestasi sebagai kemajuan mereka dari saat pertama jauh dari sisi kolam, berenang tanpa ban lengan, dan mendapatkan lencana dan sertifikat. Pelajaran renang untuk anak-anak biasanya sekitar 30 menit lama masing-masing, dan orang tua sering dapat spectate.

 

3) Jika Anda tidak memiliki pelajaran renang sebagai seorang anak, Anda mungkin berpikir bahwa Anda telah melewatkan keluar pada kemampuan untuk berenang, tapi ini tidak perlu terjadi sebagai pelajaran renang tidak hanya untuk anak-anak. Banyak klub memiliki minimal satu kolam renang, sehingga Anda dapat menggabungkan pelajaran Anda berenang dalam rutinitas kebugaran Anda. Jika anak Anda mengalami pelajaran renang di sekolah Anda mungkin ingin mengambil mereka berenang di luar sekolah. Jika Anda belum berenang selama bertahun-tahun dan Anda tidak merasa percaya diri, Anda mungkin ingin mempertimbangkan untuk mengorganisir pelajaran jadi berenang, sehingga Anda dan anak Anda akan menguntungkan.

 

4) Sesi Kolam sering tersedia bagi orangtua dan anak, sehingga anak bisa terbiasa dengan air dan membangun kepercayaan diri mereka sebelum memulai pelajaran berenang. Keterampilan Air tidak ternilai, dan dapat dipelajari pada usia yang sangat dini. Bersenang-senang di kolam renang adalah aspek yang paling penting dari sesi ini, dan penekanannya pada bermain dengan mainan dan permainan bukan benar-benar belajar berenang.

 

5) Kolam memberikan banyak manfaat kesehatan dan dampak yang baik latihan cardio vaskular rendah. Kolam sering dianjurkan untuk orang-orang yang baru sembuh dari cedera atau operasi, serta mereka yang tidak mampu untuk melakukan bentuk lain dari latihan. Kolam dapat digunakan sebagai bagian dari rutinitas rehabilitasi, atau sebagai program latihan kebugaran air total dengan sendirinya.

 

6) Sebuah latihan air merupakan rezim latihan yang dilakukan di kolam renang tanpa instruktur renang. Sebaliknya pelajaran berenang menampilkan latihan dan peralatan yang dibutuhkan adalah pada kartu sehingga perenang dapat bekerja melalui latihan dengan langkah mereka sendiri.

 

7) Jika Anda seorang perenang percaya diri, maka mungkin Anda mempertimbangkan pelajaran renang untuk meningkatkan teknik anda. Ahli instruktur renang dapat mengatasi setiap postur atau masalah stroke, dan membantu Anda berenang lebih baik. Pelajaran-pelajaran ini lagi, dan akan diharapkan bahwa perenang tersebut sudah dapat berenang.

 

8) Ketika memilih pelajaran renang, penting bahwa Anda dan / atau anak Anda merasa nyaman dengan lingkungan dan instruktur renang. Jika kolam kotor dan telah retak ubin, maka mungkin Anda akan berpikir bahwa standar pelajaran renang yang disediakan mungkin tidak terlalu tinggi. Sebagian orang memilih pelajaran renang mereka untuk diajarkan oleh guru renang mereka sendiri, bukan berada dalam kelompok. Memiliki perhatian penuh instruktur dapat menyebabkan kemajuan cepat, dan setiap bidang masalah dapat diatasi dengan segera, tetapi tidak ada orang lain untuk berenang. Jika Anda merasa bahwa Anda atau anak Anda akan belajar dengan baik cara ini, mengapa tidak melihat apakah kolam renang Anda menawarkan 1-1 pelajaran renang individu.

 

9) Kolam pelajaran idealnya harus mengarah pada sertifikasi, seperti penghargaan ASA, sehingga ada catatan kemajuan. Progresi menyebabkan kepercayaan diri dan menunjukkan seberapa jauh mereka telah berkembang. Juga, jika Anda mengubah klub, instruktur baru akan dapat melihat tingkat kemampuan dan memastikan bahwa Anda berada dalam kelompok kanan.

 

10) Sebuah sekolah renang harus menggunakan CRB diperiksa, ASA kualifikasi instruktur yang ahli dan berpengalaman dalam memberikan pelajaran berenang untuk segala usia dan kemampuan yang berbeda. Memiliki kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif adalah penting ketika mengajar anak-anak dan orang dewasa. Perenang yang ingin maju, dan guru ingin murid mereka untuk maju.

 

Pelajaran berenang dapat memberikan Anda dan anak Anda dengan penuh keyakinan dan kepercayaan diri serta kesehatan dan keterampilan baru yang dapat menyelamatkan kehidupan, dan akan berlangsung seumur hidup.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Terapi Renang Bagi Anak Autis

Sebuah studi baru-baru ini, menyelidiki cedera kematian pada orang dengan gangguan spektrum autisme. Hasilnya cukup mengejutkan. Menurut penulis studi, pelajaran berenang untuk anak-anak dengan diagnosis autisme harus menjadi prioritas.

Gangguan spektrum autisme atau autism spectrum disorder (ASD) ditandai dengan kesulitan dengan interaksi sosial, masalah komunikasi, dan perilaku repetitif.

Individu dengan diagnosis autisme memiliki siklus kehidupan yang lebih pendek. Rata-rata, mereka meninggal dunia 36 tahun lebih awal dari populasi umum, yaitu rata-rata pada usia 36 tahun berbanding 72 tahun.

Sekelompok peneliti dari Columbia University Mailman School of Public Health di New York melakukan studi epidemiologi dipimpin oleh Dr Guohua Li, seorang profesor epidemiologi. Tim menyelidiki data dari United States National Vital Statistics System. Mereka menyimpan 32 juta sertifikat kematian.

Data epidemiologi autisme

Mereka mengidentifikasi 1.367 individu dengan diagnosis ASD yang meninggal antara tahun 1999 dan 2014, terdiri dari 1.043 pria dan 324 wanita.

Data tahunan menunjukkan, bahwa jumlah kematian orang-orang dengan diagnosis ASD meningkat hampir tujuh kali lipat dalam waktu 15 tahun 1999-2014.

Dr Li, yang adalah direktur pendiri Center for Injury Epidemiology and Prevention di Columbia, mengatakan, “Meskipun terjadi peningkatan tajam, kematian terkait autisme masih sangat mungkin tidak dilaporkan, terutama kematian akibat cedera yang disengaja seperti penyerangan, pembunuhan dan bunuh diri. ”

Dari data kematian yang terdaftar, 28 persennya terjadi karena cedera, yang paling umum karena mati lemas, kemudian diikuti oleh sesak napas, lalu tenggelam.

Tiga penyebab ini menyumbang hampir 80 persen total angka kematian karena cedera pada anak-anak dengan ASD. Lebih dari 40 persen dari insiden ini terjadi di rumah atau di lembaga perumahan.

Temuan penelitian ini, diterbitkan dalam American Journal of Public Health.

Ketika ditanya mengapa tenggelam menjadi salah satu penyebab umum kematian bagi individu dengan ASD, Dr. Li mengatakan,”Dengan komunikasi dan keterampilan sosial yang terbatas, anak-anak autis cenderung mengalami peningkatan kecemasan di dalam air. Sayangnya, perilaku ini sering menyebabkan tragedi. ”

Dr. Li juga menambahkan, bahwa dokter, perawat anak dan orang tua seharusnya mendaftarkan anak di kelas renang, sebelum terapi perilaku, terapi wicara, atau terapi motorik. Kemampuan berenang bagi anak autisme adalah keterampilan hidup yang penting.

Meskipun penelitian ini menggunakan banyak data, ada beberapa kesenjangan menyangkut hasilnya.

Joseph Guan, penulis utama dan seorang mahasiswa bidang epidemiologi di Columbia University Mailman School of Public Health, mengatakan: “Studi kami terbatas pada data sertifikat kematian. Sementara, hasil pemeriksaan koroner bervariasi sehingga keakuratan hasil masih perlu diuji.”

Meski demikian, temuan dan kesimpulan para peneliti perlu menjadi pertimbangan bagi orangtua dengan anak-anak ASD.

Sesuatu yang sederhana seperti pelajaran renang mungkin bisa benar-benar menyelamatkan hidup anak-anak.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Cara Menghilangkan Trauma Renang Pada Anak

Seperti halnya anak kecil pada umumnya, Anak Anak suka sekali kegiatan berenang di kolam renang. Walaupun belum bisa berenang beneran alias masih main-main air saja namun kegiatan ini banyak nilai positifnya.

Suatu saat anak itu pernah terpeleset lantai kolam renang yang licin dan kepalanya masuk ke air (istilah bahasa jawanya gelagepan kemasukan air), walaupun saat itu si ayah yang memang di dekatnya langsung mengangkatnya Hafizh spontan nangis ga berhenti dan takut melanjutkan kegiatan berenangnya.

Sedihnya sejak kejadian itu anak itu selalu menolak kalau diajak berenang. Dia marah dan nangis kalau diajak berenang. Mungkin anak itu sedikit mengalami trauma. Sempat khawatir juga takutnya trauma ini terbawa sampai besar. Dia takut ke kolam, takut ke pantai, dll, tentu sebagai orang tua saya ga mau hal ini terjadi.

Walaupun selalu menolak diajak nyemplung ke air, jika ada kesempatan kami tetap membujuk dia berenang dan meyakinkan dia kalau berenang itu aman asalkan berhati-hati. Perlahan-lahan Hafizh mulai mau nyemplung ke air, walau diawali dengam nyelupin kaki saja

Dan sekarang anak itu sudah mau berenang lagi, sudah ngga takut masuk ke air walaupun sekarang agak lebih bawel, meski belum seberani anak lain. Gapapa deh pelan-pelan ya nak.

Tips dari saya kalau misal si kecil trauma renang bisa dilihat di bawah ini:

1. Selalu bangun kata positif yang menyemangati dia bahwa berenang itu asyik, aman jika ditemani, bisa bikin badan sehat dan kata-kata penyemangat lainnya.

2. Kalau anak takut berenang bukan berarti kita berpikir bahwa “ah .emang mungkin hobinya bukan renang” dan kita ngga.pernah lagi membawanya berenang. Ingat bahwa pakar mengatakan renang itu merupakan life skill yang penting untuk dikuasai.

3. Tetap ajak anak ke kolam renang, bisa bersama.saudara sepupu atau teman seumuran. Meski awal-awal dia cuma melihat dari pinggir kolam bukan jadi masalah. Yang penting dia bisa melihat asyiknya teman-temannya berenang.

4. Tahap selanjutnya bisa mulai diajak mencelupkan kaki, main kecipak-kecipak air (kalau belum mau turun sepenuhnya ke kolam ya ga apa-apa, kita harus sabar).

5. Mungkin bisa mulai dengan menggendongnya sambil berjalan di dalam kolam. Kalau kemarin suami yang menggendong Hafizh mengelilingi kolam. Pertama takut tapi yakinkan kalau dia aman dalam gendongan.

6. Kuncinya adalah sabar menyesuaikan emosi dia, jangan dipaksa, kalau dia sudah mulai takut ya hentikan mainnya.

7. Kira-kira 5-6 kali mulai diajak berenang, Hafizh sudah mulai berani lagi. Disesuaikan saja dengan keberanian anak. Mungkin bisa kurang/lebih.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Mengajarkan Bayi Renanga

Menurut sebuah penelitian dari University of Science and Technology di Norwegia, bayi yang bisa berenang ternyata memiliki keseimbangan yang lebih baik, dan mampu menggapai obyek-obyek di sekitarnya lebih mudah daripada bayi yang bukan perenang.

Hal ini terlihat ketika Profesor Hermundur Sigmundsson dari NTNU dan Profesor Brian Hopkins dari Lancaster University membandingkan 19 bayi perenang dan 19 bayi lain yang tidak mengikuti latihan renang.

Satu-satunya hal yang membedakan dua kelompok ini adalah bahwa kelompok pertama berenang. Sedangkan faktor-faktor lain seperti latar belakang pendidikan orangtua dan status ekonominya sama. Bayi perenang tersebut berlatih renang selama dua jam seminggu, diawali sejak usia 2 atau 3 bulan, hingga sekitar 7 bulan. Dalam suatu sesi latihan, pelatih membantu bayi melakukan gerakan jungkir-balik di atas matras yang mengapung, menyelam di bawah air, melompat dari pinggir kolam renang, dan menyeimbangkan diri di tangan orangtuanya sambil berusaha meraih obyek-obyek yang mengapung.

Ketika usia mereka beranjak 5 tahun, kedua grup itu diuji dengan sejumlah latihan seperti keseimbangan (berdiri dengan satu kaki), lompat tali, dan menangkap bantal. Perbedaan mereka ternyata sangat mengejutkan. “Kami melihat sangat jelas bahwa bayi perenang mampu melakukan latihan tersebut dengan baik, bila dikaitkan dengan keseimbangan dan kemampuan meraih benda-benda,” ujar Profesor Sigmundsson.

Sigmundsson mengungkapkan bahwa tercengang dengan apa yang dapat dilakukan instruktur renang terhadap bayi-bayi tersebut. “Instruktur bisa membawa bayi-bayi berumur 3 bulan untuk melakukan posisi seimbang, berdiri dengan telapak kaki rata. Bayi-bayi itu mengunci sendi-sendinya, sangat menyenangkan melihatnya,” lanjut Sigmundsson. Studi yang dipublikasikan di jurnal Child: Care Health and Development edisi Mei 2010 tersebut, menurutnya, mampu memperlihatkan bahwa latihan tertentu yang diterapkan pada anak-anak bisa mempengaruhi kemampuannya kelak.

“Studi kami menunjukkan bahwa kita tidak boleh meremehkan aspek pembelajaran,” katanya. Sejak bayi sebenarnya seorang anak sudah dapat diajarkan berenang, sebab saat di dalam kandungan, seorang bayi telah terbiasa berada di dalam cairan selama 9 bulan. Dalam cairan ketuban, seorang bayi akan merasa nyaman dan hangat. Karena itu sejak lahir, si kecil telah memiliki kemampuan instingtif untuk bergerak di bawah air dan tidak takut saat berada di dalam air. Pada usia sekitar empat bulan, seorang bayi telah punya ‘reflek menyelam’ mencegahnya menelan air saat berada di dalam air. Itu sebabnya, di usia ini si kecil akan sangat mudah untuk dilatih berenang.

Tapi setelah otaknya berfungsi dengan baik, reflek ini akan berangsur menghilang, sehingga mau tak mau ia harus kembali belajar menahan napas di dalam air.

Untuk memulai belajar berenang, sebaiknya orangtua memperkenalkan si kecil lebih dulu dengan bermain di bak kamar mandi atau di kolam plastik. Pastikan air yang digunakan cukup hangat, yaitu minimal 33 derajat celcius, sehingga ia tidak kedinginan. Kolam renang kecil ini, akan membantunya memperkenalkan sensasi berada di dalam air. Merasakan bagaimana tubuhnya berada di air, sebelum ia diperkenalkan dengan kolam renang sungguhan. Hasil penelitian di Melbourne, Australia, menunjukkan, secara statistis IQ anak-anak yang diajarkan berenang sejak bayi lebih tinggi ketimbang anak-anak yang tidak diajarkan berenang atau diajarkan berenang setelah usia 5 tahun. Anak-anak tersebut diukur IQ-nya ketika mereka berusia 10 tahun. Tak hanya itu, pertumbuhan fisik, emosional dan sosialnya pun lebih baik.

Penelitian lain menunjukkan, bayi lebih gampang diajarkan berenang ketimbang orang dewasa, karena bayi tak pernah memiliki faktor X semisal bahaya. Bukankah bayi belum mengerti bahaya? Lagi pula, bayi sangat menyukai air sehingga ia pun akan suka diajak berenang. Nah, hal ini membuatnya jadi lebih mudah belajar berenang. Selain itu, bayi baru lahir hingga usia 3 bulan bisa langsung nyemplung ke dalam air tanpa takut tenggelam, karena pada usia tersebut, ia memiliki refleks melangkah yang banyak kegunaannya untuk berenang. “Refleks melangkah merupakan salah satu refleks yang menyertai bayi seperti halnya refleks menggenggam dan refleks berjalan,” jelas Dr. Karel Staa dari RS Pondok Indah. Jadi, bila kita meletakkan bayi usia di bawah 3 bulan di dalam air, secara otomatis ia akan menggerak-gerakkan kakinya menyerupai paddle dog sehingga tak tenggelam. Bisa dikatakan, pada usia di bawah 3 bulan bayi sudah bisa berenang dengan gaya primitif. Bukan berarti setelah usia tersebut, bayi tak bisa berenang lagi, loh…Kendati refleksnya sudah menghilang, ia tetap bisa melakukan gerakan berenang walaupun tak terorganisir atau acak-acakan. Soalnya, dengan adanya gaya gravitasi, ia merasa ditekan dari bawah air sehingga ia bisa mengambang. Ia pun jadi senang MANFAAT BERENANG * Menghilangkan rasa takut pada air Banyak anak tak mau belajar renang karena takut air. Jika aktivitas renang dikenalkan sejak bayi, hal itu tak akan terjadi. * Sarana bermain Bermain tak harus selalu di kamar atau di taman.

Kolam renang bisa juga menjadi sarana bermain yang menyenangkan. * Menyehatkan badan dan merangsang gerakan motorik Dengan bermain air, otot-otot bayi berkembang, persendiannya tumbuh secara optimal, pertumbuhan badannya meningkat, dan tubuh pun jadi lentur. Dengan kata lain, semua komponen tubuhnya akan terlatih melalui renang karena seluruh anggota tubuh mulai dari kaki, tangan, hingga kepala digerakkan walaupun belum dengan teknik yang sempurna. Bayi jadi terlatih dan daya tahan tubuhnya pun lebih terjaga. * Mengasah kemandirian, keberanian, dan percaya diri Berenang mendorong bayi tumbuh menjadi sosok yang mandiri dan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Hal ini tercermin saat bayi tak lagi takut menjelajah bersama orang tua di kolam yang besar. * Kemampuan sosial Berenang bersama-sama di kolam akan menumbuhkan rasa kebersamaan dan meningkatkan kemampuannya beradaptasi dan bersosialisasi dengan orang lain. * Meningkatkan IQ Keuntungan lainnya, gerakan anggota badan si kecil saat berenang pun, diduga dapat merangsang pertumbuhan syaraf-syaraf tepi. Sehingga syaraf otaknya menjadi lebih aktif dan diharapkan mampu meningkatkan kepintarannya. Jadi jangan lupa untuk menemani si kecil saat berenang, karena kedekatan yang terjalin erat antara orangtua dan anak adalah yang terpenting bagi perkembangannya. Keakraban antara orangtua dan anak, sangat berharga saat ia dewasa kelak.

PERHATIKAN KEBERSIHAN AIR Nah, kini ayah & bunda semakin mantap, kan, mengajak si kecil berenang?Tapi berenangnya di rumah saja, ya…kalau usia si kecil masih di bawah 6 bulan, agar bisa mengontrol kebersihan dan suhu airnya. Jangan lupa, di usia ini enzim pencernaan bayi belum matang. Jadi, kalau ia secara tak sengaja menelan air yang tak bersih kala berenang, bisa mengakibatkan mencret, muntah, dan sebagainya. Bukan berarti di rumah harus ada kolam renang, loh…Toh, banyak benda yang bisa dijadikan sebagai pengganti kolam renang seperti bak mandi, ember besar, bathtub, dan lainnya. Nah, biasakan bayi bermain di situ. “Sebenarnya, ketika bayi tengah mandi atau bermain air merupakan salah satu cara mengenali atau menghayati air pada anak,” tutur Dr. Karel. Setelah bayi berusia 6 bulan ke atas barulah bawa ia ke kolam renang terbuka atau umum. “Tapi ada hal-hal yang harus diperhatikan apabila mau membawa bayi berenang di kolam renang umum, misalnya pilih waktu yang tepat, yaitu ketika kolam renang masih dalam keadaan bersih, biasanya di waktu pagi. “Suhunya juga harus disesuaikan, sebaiknya jangan lebih dari 31 atau 32 derajat celcius.” Khusus untuk bayi usia satu bulan pertama, suhunya 34-35 derajat celcius. Kebersihan lain yang harus diperhatikan ialah kaporitnya, “jangan terlalu jenuh, karena kaporit bisa mengakibatkan iritasi kulit, mata, dan lainnya.” Ukuran kaporit yang ditetapkan untuk anak adalah 6-8 ppm. Hati-hati, lo, Bu-Pak, jika bayi sudah merasa trauma karena matanya perih, selanjutnya akan jadi kendala.

PERIKSA DULU KONDISI BAYI Sebelum mengajak si kecil, Ibu-Bapak perlu memeriksakan kondisi fisiknya ke dokter. Pasalnya, ada beberapa bayi yang tak boleh melakukan aktivitas renang semisal bayi yang memiliki kelainan, seperti kelainan jantung bawaan. Sementara bayi prematur atau memiliki berat badan rendah ketika lahir, menurut Dr. Karel, bukan pantangan untuk diajak berenang. “Bayi prematur, kan , lahirnya kurang bulan tapi dengan berjalan waktu ia akan mengejar ketinggalannya sehingga beratnya akan bertambah.” Jadi, meski waktu lahir ia sempat tertinggal di belakang, namun pada titik tertentu ia akan bisa mengejar. Begitu pula bayi yang memiliki berat badan rendah. Hal lain yang harus diperhatikan ialah: * Satu jam sebelum berenang, bayi harus sudah makan atau minum. Jangan ajak bayi berenang dalam keadaaan kekenyangan atau begitu makan langsung diajak berenang. Jangan pula mengajaknya berenang dalam keadaan lapar karena dikhawatirkan ia akan minum air kolam. * Lama berenang paling efektif adalah setengah jam karena bayi perlu dijaga daya tahan tubuhnya atau dijaga agar tak bosan karena kelamaan. * Orang tua juga perlu mempelajari pertolongan pertama, sehingga bila terjadi sesuatu yang tak dikehendaki bisa segera memberikan pertolongan pertama karena sudah tahu caranya.

LANGKAH-LANGKAH BELAJAR RENANG Untuk mulai mengajari bayi berenang, kata dokter spesialis kesehatan olahraga dari RS Pondok Indah, Jakarta ini, bayi mesti melalui tahap pengenalan air. * Lakukan latihan awal dengan menggunakan kolam plastik sebelum masuk ke kolam sungguhan. Basahi tubuhnya seperti ketika memandikan agar tak timbul fobia air. Bawa serta mainan tahan air seperti mainan bebek atau ikan, agar ia merasakan main di kolam sebagai sesuatu yang menyenangkan. Jangan ragu untuk melibatkannya agar mau bermain-main, seperti menciprat-cipratkan air. Ini akan memancingnya untuk tersenyum dan tertawa, sekaligus menstimulasi kemampuan motoriknya. * Jika si kecil sudah akrab dengan air, ajaklah ia untuk masuk ke kolam renang sungguhan. Namun, sebelumnya ada beberapa faktor yang mesti diperhatikan, antara lain: – Kedalaman kolam Jangan bawa bayi ke kolam renang yang tidak memiliki bagian khusus untuk anak. Pilihlah area yang tingkat kedalamannya hanya sebatas pinggangnya. Selain menghindari hal-hal yang tak diinginkan, semisal tenggelam, kolam yang terlalu dalam juga dikhawatirkan membuat si kecil merasa tak nyaman yang malah mengakibatkannya jadi takut air. Untuk mengenalkan tingkat kedalaman yang berbeda, lakukanlah secara bertahap, dari yang paling dangkal. – Suhu air Air kolam renang sebaiknya jangan terlalu dingin atau terlalu panas. Usahakan yang bersuhu kurang lebih sama dengan suhu badan. Air yang terlalu dingin maupun panas bisa menyebabkan si kecil sakit. – Kejernihan air Usahakan air kolam renang jernih dan tak keruh, sehingga kalaupun terminum tidak mengakibatkan apa-apa.

Sedapat mungkin hindari kolam renang yang airnya mengandung kaporit karena justru akan berdampak buruk pada mata dan kulitnya. – Lantai kolam Perhatikan kebersihan lantai kolam. Hindari yang permukaannya licin karena bisa mengakibatkannya gampang terpeleset. * Sebagai langkah awal, seperti yang dilakukan di kolam karet, lakukan pengenalan air secara bertahap dimulai dengan membasuh seluruh tubuhnya. Lalu dalam posisi duduk gerakkan kaki silih berganti dan gerakkan tangannya seperti mencipratkan air. Jangan lupa, tetap bawa serta mainan air kesayangannya agar si kecil tak cepat bosan berada di kolam. * Tahap berikutnya, gunakan pelampung yang berbentuk ban yang mampu menahan tubuhnya atau yang dilingkarkan pada pergelangan tangan. Fungsi pelampung ini selain sebagai alat pengaman, juga bisa membantu bayi berlatih “mengapung”.

Sambil menggunakan pelampung, bawa ia menyusuri pinggir kolam. Tapi ingat, jangan sesekali melepaskan pegangan maupun pengawasan Anda dari si kecil. * Secara bertahap penggunaan pelampung sebaiknya dihentikan agar bayi tak tergantung pada alat tersebut. Sebagai pengganti pelampung, ayah/ibu bisa memegangi badan si kecil dan ajak untuk menikmati acara jalan-jalan di dalam kolam. Jika ia sudah terbiasa dengan air yang ada di sekelilingnya, secara bertahap pula ajak ia berenang di kolam yang lebih dalam. * Agar bayi lebih termotivasi bereksplorasi di air, ajak anak-anak yang lain. Dengan proses belajar yang menyenangkan di antara banyak teman, tentu bayi akan lebih bersemangat. Secara tidak langsung, dengan banyaknya teman yang ikut berlatih, dalam diri bayi akan tumbuh keyakinan bahwa berenang itu sungguh menyenangkan. * Pengawasan dan pendampingan orang tua memang jelas-jelas harus dilakukan. Ini penting karena tak sedikit bayi yang nyaris tenggelam atau tersedak akibat mulut atau hidungnya kemasukan air.

Jika mengalami hal tak menyenangkan seperti itu bukan tidak mungkin bayi jadi enggan berenang. Sementara jika bayi memang sulit diajari berenang karena takut air, amat disarankan agar orang tua tidak memaksakan kehendak. Mungkin dia butuh waktu lebih lama untuk menyesuaikan diri dengan air. Yang penting, jalani proses belajar berenang dengan suasana bermain yang menyenangkan. HARUS AMAN Yang penting diperhatikan, ketika berenang bayi harus merasa aman dan memang harus ada pengaman. Jadi, orang tua harus mendampinginya. Ini syarat mutlak, lo. “Jika orang tua sama-sama masuk ke dalam air dan sama-sama berenang dengan bayi, maka selain merasa aman, bayi pun bisa merasakan ada respon dari orang tua,” tutur Dr. Karel. Disamping, dengan orang tua mendampingi juga bisa bermain dengan bayi sehingga ada interaksi antar manusia. “Ini merupakan salah satu keunggulan berenang.” Coba bandingkan kala bayi baru belajar duduk atau berjalan, apakah orang tua akan mendampingi dan melakukan gerakan yang sama terus menerus dengan anak? Kan , enggak. “Nah, berenang lain. Mereka sama-sama masuk air, sama-sama berenang sehingga rasa enjoy-nya lebih. Ini akan berguna untuk perkembangan psikologis anak.” Itulah mengapa, kedua orang tua sebaiknya ikut bersama bermain di dalam air. Tentunya, berenang juga berguna untuk pertumbuhan. “Motoriknya berkembang lebih pesat ketimbang ia hanya bermain di lantai.” Bukankah saat berenang, semua otot bekerja? Nah, kalau di lantai, hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja. Apalagi jika ibu memberikan baby walker sehingga bayi jadi terbiasa berjalan dengan alat itu. Akhirnya, gerakan-gerakan ototnya jadi terbatas karena hanya otot-otot tertentu saja yang bekerja.

USIA TEPAT BERLATIH RENANG Usia 4-6 bulan adalah saat tepat bagi bayi untuk mengenal kolam renang. Selain insting refleks akuatiknya (kemampuan untuk segera menarik napas sebelum menyentuh air) belum hilang, juga saat pas untuk melatih koordinasi gerakan otot-otot tubuhnya. Ia juga sudah punya naluri mengapung, selain sudah mampu mengatur napas. Yang penting, jangan paksa si kecil berenang. Meski secara alami sudah mahir menahan napas dalam air, umumnya ia akan terus menelan air. Juga, batasi waktunya hingga 10 menit saja, biar ia tidak sakit atau keracunan air (akibat terlalu banyak air atau kurang pembuangan cairan tubuh). Begitu usianya menginjak 6-18 bulan bolehlah waktu berlatihnya ditambah jadi 15 menit. Kalau ia sudah lebih pintar, Anda dapat saja melonggarkan waktu berlatihnya jadi 30 menit. Lalu, pada usia 6-10 bulan, bayi-bayi yang sudah mengenal air dengan baik sudah bisa belajar menahan napas dalam air. Dengan latihan rutin, pada usia 12 bulan biasanya ia sudah bisa dilepas selama beberapa detik untuk berenang dari ayah menuju ke ibu, atau sebaliknya. Setiap anak pasti senang bermain air. Nah, mengapa kesenangan ini tak dimanfaatkan untuk mengajarinya berenang? Manfaatnya banyak, loh. Sesepuh renang di Indonesia, M.F. Siregar, dalam satu kesempatan wawancara pernah mengeluh. Betapa sulit mencari atlet renang yang berbakat, apalagi yang bisa berprestasi tinggi. Salah satunya disebabkan banyak anak yang tak diperkenalkan dengan olahraga ini sejak dini. Menurut dr. Karel Staa, Sp.A dari RS Pondok Indah Jakarta, tak semua orang tua mempunyai keberanian memperkenalkan olahraga renang kepada anaknya. “Sebagian besar orang tua memang mengkhawatirkan anaknya bakal tenggelam,” tuturnya. Lantaran itu, tak sedikit orang tua yang baru mengajari si anak berenang atau memasukkannya ke kursus renang setelah ia mulai besar. Tentunya ini bukan suatu kesalahan. Bagaimanapun, tak ada kata terlambat untuk seseorang mulai belajar. Hanya saja, bila sejak dini si kecil sudah diajarkan berenang, maka manfaatnya tentu akan lebih terasa. Susan Meredith, dalam bukunya Teach Your Child To Swim, mengatakan, berenang bagi batita bukan sekadar olahraga, tapi juga membantu anak mengembangkan ketrampilan motoriknya menjadi kuat dan lebih cepat.

Di samping tentunya untuk kesehatan dan kebugaran, sehingga anak tak gampang terkena penyakit. Keuntungan lain, seperti dikatakan Karel, berenang dapat melatih kepercayaan diri dan mengembangkan inteligensi si anak. Bahkan, berenang juga bisa dijadikan ajang stimulasi psikologis karena terjadi interaksi keluarga yang melibatkan ayah, ibu dan anak, bermain bersama-sama di dalam air. “Bila di dalam satu keluarga terjadi hubungan interaksi yang terus-menerus, nantinya hubungan emosional antar anggota keluarga akan menjadi baik,” paparnya. Lantas, kapan tepatnya si kecil diajari berenang? Menurut Karel, sejak bayi pun sudah bisa diajarkan berenang. “Lepas usia tiga bulan, jika kepalanya sudah tegak dan dinyatakan sehat baik secara motorik, pernafasan, pencernaan maupun jantung, bayi sudah bisa mulai diajarkan berenang,” kata dokter yang mantan atlet renang dan pemegang rekor nasional 200 meter gaya dada pada 1960-1962 ini. Tapi karena di Indonesia belumlah umum mengajari bayi berenang, maka Karel menganjurkan untuk mengajari si kecil kala usianya masih hitungan balita. “Tak usah khawatir anak akan tenggelam,” ujarnya. Karel menjamin, kemungkinan tenggelam sangat kecil bila orang tua sudah menyiapkan anak-anaknya belajar berenang dengan benar dan aman. MENGENAL AIR Sebagai tahap awal, anjur Karel, kenalkan dulu si kecil pada air untuk ia menyesuaikan dirinya dengan air. Anda dapat melakukannya di rumah lewat bak mandi berbentuk bathtub atau “kolam renang” mini dari plastik yang dapat dipompa.

Karel tak menganjurkan Anda mengajak si kecil ke kolam renang publik kendati di sana ada kolam mini untuk anak-anak. Karena pada tahap awal ini, unsur suasana yang cukup intim dan privacy antara Anda dan si kecil sangat diperlukan. “Kalau pertama-tama sudah diajak ke kolam renang publik, maka suasananya yang biasanya hingar-bingar dan bercampur-baur dengan anak-anak lain, malah akan merusak pelajaran paling dasar tapi malah penting ini,” katanya mengingatkan. Jadi yang paling baik adalah mengajari si kecil berenang di rumah. Isi kolam plastik atau bathtub dengan air setinggi kurang lebih 30 centimeter atau setinggi dengkul anak. Sehingga, bila si kecil dalam posisi duduk, permukaan air berada sebatas dadanya. Dan biasanya, pada tahap awal ini, si kecil akan duduk sambil tangannya menyibak-nyibakkan air. Oh ya, jangan lupa pengaturan suhu airnya, yang harus disesuaikan dengan suhu tubuh. Jadi gunakanlah air hangat. Pada tahap pengenalan ini, prinsipnya anak harus senang dulu dengan air dan menganggap air adalah kawannya. Anda dapat membawa serta mainan-mainan aneka warna yang dapat mengapung air, agar si kecil betah berlama-lama di air. Latihan pengenalan terhadap air ini dapat dilakukan setiap hari sebelum si kecil dimandikan agar menjadi kebiasaan. Dapat dilakukan kurang lebih 15-20 menit. MULAI MENGAPUNG Bila si kecil tampak sudah akrab dengan air, barulah Anda dapat mengajaknya ke kolam renang publik. Karena setelah bermain-main dengan air di rumah, diharapkan rasa percaya dirinya sudah tumbuh. Ia telah menganggap air sebagai sahabatnya. Disamping, “Motoriknya juga sudah semakin bagus. Enzim-enzim di tubuhnya juga sudah matang, nature. Sehingga bermain air tak lagi gampang menyebabkan penyakit,” terang Karel.

Pada tahapan ini Anda dapat mulai mengajarinya gerakan mengapung di permukaan air. Dalam posisi tubuh si kecil telentang, letakkan telapak tangan Anda di bagian tengkuk dan bokongnya sehingga posisi tubuhnya sejajar dengan air. Kemudian giring si kecil dalam gerakan maju-mundur. Begitu pula saat si kecil dalam posisi tengkurap. Tapi ingat, tinggi tubuhnya harus sejajar dengan permukaan air. Caranya dengan menyangga bagian dada, perut dan pinggul si kecil. Usahakan agar kepalanya selalu menyembul di permukaan air. Jika si kecil sudah mahir mengapung, Anda dapat melanjutkan “pelajaran” ke tahap berikutnya, yakni mengajarkan dasar-dasar gerakan renang seperti meluncur atau menggerak-gerakkan kaki dengan menggunakan alat bantu. Misalnya pelampung yang dililitkan di lengan, ban plastik yang dililitkan di pinggang, ataupun papan renang. “Biasanya, sebelum usia 3 tahun, dengan penanganan yang baik, anak-anak sudah dapat melakukan gerakan mengapung dengan baik tanpa alat bantu,” terang Karel. Selanjutnya, Anda juga perlu mengajari si kecil latihan bawah air.

Pegang si kecil dalam posisi menggendong agar ia merasa aman dalam dekapan Anda. Kemudian, perlahan-lahan anak dibawa tenggelam dengan jalan menekuk lutut Anda. Sambil Anda menghitung dengan jelas di telinganya, “Satu, dua, tiga, masuk!” Pertahankan posisi si kecil dalam gendongan Anda, lalu perlahan-lahan muncul kembali di permukaan. Lakukan beberapa kali untuk melatihnya berada di bawah air. Latihan ini, menurut Karel, sangat berguna untuk menambah rasa percaya diri anak dalam menghadapi air di kolam. Disamping ia jadi menguasai seluruh dasar-dasar renang. “Tapi latihannya enggak usah sering-sering dan perlu dijaga agar si kecil tak tersedak atau menelan air,” kata Karel. GAYA FAVORIT Nah, sekarang si kecil sudah siap untuk mulai diajarkan gaya-gaya berenang. “Biasanya yang paling sering diajarkan adalah gaya yang menjadi favorit orang tuanya. Tak apa-apa,” ujar Karel. Tapi Anda dianjurkan untuk tak tergesa-gesa mengajarkan berbagai gaya berenang kepada si kecil. “Biasanya orang tua kalau melihat anaknya sudah pandai meluncur, riang bermain di air, itu berarti anaknya sudah siap menerima pelajaran. Padahal tidak demikian,” tulis Susan Meredith. Pelatih renang pada bayi dan anak-anak di Inggris ini mengingatkan, nyaman di air berbeda dengan aman. Tergesa-gesa mengajarkan berbagai gaya berenang, malah bisa tak aman dan tak produktif. Bukan saja tak akan membuat anak menjadi perenang yang lebih baik, juga tak membuatnya tahan terhadap air. Anak-anak yang sudah mendapat latihan dasar-dasar renang, menurut Susan, sebenarnya juga mempunyai risiko yang lebih jika berada di dalam air, dibandingkan anak-anak yang belum berlatih sama sekali. Anak-anak ini cenderung mempunyai perasaan bahwa mereka merasa nyaman dan aman dengan air. Juga karena orang tuanya sering mempunyai kesan bahwa anaknya sudah aman karena biasa berada di air. Masih menurut Susan, ada perbedaan penting antara bisa berenang dan bisa aman di dalam air.

Anak-anak kecil, seberapapun gaya berenang yang dikuasainya, tetap tak akan pernah aman tanpa pengawasan orang tuanya. Kendati demikian tak berarti Anda lantas harus ragu-ragu atau membatalkan sama sekali mengajari si kecil berenang. “Percayalah, rasa percaya diri anak jauh lebih besar dari orang tuanya. Anak-anak lebih tak mudah panik. Mereka pun tak mudah kapok sehingga proses belajarnya lebih cepat. Mereka belum sampai pada rasio-rasio ketakutan. Jiwa mereka adalah bermain. Jadi tantangan baru dianggapnya sebagai enjoyment, tak menakutkan tapi menggembirakan,” tulisnya. TAK MEMAKSA Yang penting diingat, pesan Karel, pada saat anak mulai belajar berenang baik ketika berada di kolam renang mini dibawah pengawasan orang tua maupun di kolam renang besar dalam gendongan orang tua, tahapan yang paling penting ialah membantu anak untuk mendapatkan rasa percaya diri dan nyaman di dalam air. “Karena ini merupakan langkah awal dalam latihan keamanan di dalam air,” katanya.

Selain itu, dalam mengajarkan berenang pada anak, sifatnya harus bermain dan berolahraga. “Anak harus enjoy melakukannya,” tukas Karel. Karena itu Anda diminta tak memaksa anak. Apalagi sebenarnya tak sulit mengajari anak mencintai air, karena pada dasarnya mereka senang bermain. Jika anak sampai membenci air, menurut Susan, pasti ia punya trauma atau masa lalu yang tak menyenangkan dengan air. Anda harus mencari tahu dulu penyebabnya, baru kemudian dicari penanganannya, mungkin dengan melibatkan ahli psikologi anak. Tapi biasanya, dengan kesabaran dan ketelatenan orang tua, anak-anak dapat belajar mencintai air. Nah, apakah sekarang Anda sudah siap untuk mengajari si kecil berenang? Jangan tunda lagi. Siapa tahu kelak negara kita punya juara olimpiade renang, yang salah satunya mungkin putra atau putri Anda tercinta. * Sebelum berenang, balurkan cairan khusus di kulit tubuh si kecil agar sinar matahari tak merusak kulitnya yang masih peka. Cairan ini juga berfungsi melindungi kulit anak dari kemungkinan iritasi yang diakibatkan oleh obat/cairan yang kerap digunakan di kolam renang seperti kaporit. * Untuk perlindungan kulit muka yang sangat sensitif sekaligus perlindungan mata akibat air di kolam renang, gunakan kacamata khusus untuk berenang. Pada beberapa toko olahraga terkemuka, tersedia kacamata renang untuk balita. Namun yang penting usahakan bagian muka dan kepala anak selalu berada di atas air. * Hindari melontarkan kata-kata yang tak mendukung selama Anda mengajari si kecil berenang.

Tunjukkan selalu sikap riang dan wajah penuh senyum, sehingga si kecil dapat menikmati berenangnya. * Bila si kecil mengalami “kecelakaan” seperti tersedak air atau tergelincir, ingatlah untuk tak menunjukkan sikap panik. Lakukan tindakan dengan segera, tapi dengan sikap tetap riang. * Selalu beri pujian setiap kali anak mampu melakukan tahapan berenang yang diajarkan kepadanya. Sebaliknya, jangan mengejek atau mengatakan ia bodoh kala ia gagal, tapi berilah kata-kata yang membuatnya makin bersemangat untuk terus belajar. * Jangan lepaskan si kecil sedetik pun dari pengawasan Anda. Baik kala ia berenang di rumah, di kolam renang umum, maupun di tempat kursus. * Usai berenang, segera mandikan si kecil. Bila berenang di kolam renang umum yang mengandung kaporit, guyur ia dengan air cukup banyak untuk menghilangkan kaporit tersebut menempel terlalu lama di kulit. Gunakan sabun dan sampo khusus untuk anak. Setelah itu, keringkan tubuhnya dan baluri tubuhnya dengan lotion pelembut. * Hentikan kegiatan berenang untuk sementara kala si kecil sakit, kendati ia hanya batuk pilek. Begitu pula jika ia terkena ruam kulit dan diare.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Melatih Motorik Bayi Dengan Renang

Semua anak-anak menyukai berenang dan bermain air. Berenang membuat anak-anak gembira dan motoriknya terlatih. Bahkan para peneliti mengemukakan bahwa berenang bisa diajarkan pada bayi sejak kecil. Melatih bayi berenang bisa membuatnya nyaman dan tidak rewel. Namun yang pasti faktor keamanan harus selalu menjadi prioritas Anda ketika mengajak si kecil berenang. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan saat berlatih berenang dengan bayi Anda. Pertama, lakukan latihan selama bertahap sesuai umur dan perkembangan si bayi.

Usia yang tepat untuk mulai melatih bayi berenang adalah mulai bayi usia 6 bulan. Pada usia ini umumnya bayi sudah bisa duduk tegak dan menyangga tubuhnya dengan cukup baik. Jika bayi merasa takut dan menangis, maka jangan dipaksakan. Ini karena proses belajar renang harus disesuaikan dengan perkembangan fisik dan kemauan bayi Anda. Lama-lama pasti keberanian bayi terhadap air akan bertambah bahkan ia akan menikmatinya.

Apalagi jika ia merasa kolam renang itu nyaman untuknya. Pilihlah kolam renang yang terjaga kebersihannya, jernih, airnya tidak terlalu dingin, tidak terlalu ramai, dan tidak terlalu panas karena sinar matahari. Selain itu carilah kolam renang dengan tempat mandi khusus untuk si kecil. Untuk keamanan, gunakan pelampung bayi seperti Neck Ring, yang tepat ukuran dan tekanan anginnya. Dalam melatih bayi berenang, pastikan Anda selalu mendampinginya. Ajari ia menggerak-gerakkan kaki dan tangan. Jangan sampai kepalanya terbenam dalam air. Jika bayi Anda sudah tampak menggigil atau kulitnya menjadi putih keriput, segara selesaikan acara berenang Anda. Waktu maksimal untuk si kecil berenang adalah 20 menit. Kemudian, mandikan si kecil dan baluri tubuhnya dengan minyak telon. Pakaikan baju hangat dan susui. Ia pun akan merasa aman dan terlindungi.

Jika dilakukan dengan benar dan rutin, melatih bayi berenang bisa mendatangkan banyak manfaat untuk si kecil dan Anda sendiri. Manfaat yang pertama adalah melatih keberaniannya sejak dini. Ketika dewasa ia akan sudah terbiasa dengan olahraga air dan mampu menguasai rasa takutnya. Berenang juga bermanfaat untuk mengasah kemandirian dan percaya dirinya. Yang kedua, renang bermanfaat membantu pertumbuhan otot si kecil karena berenang membutuhkan gerak seluruh otot motoriknya. Berenang juga meningkatkan daya tahan tubuh bayi terhadap penyakit.

Yang tak kalah penting, melatih bayi berenang bisa menumbuhkan rasa kasih sayang dan kekompakan di antara ibu dan anak. Cara ini juga ampuh untuk melatihnya beradaptasi dan bersosialisasi sejak dini. Biasanya di kolam renang juga ada orang tua lain yang mengajak bayinya berenang. Dari sini si kecil bisa mengenal temat-teman seusianya dan Anda sendiri bisa saling bertukar cerita dengan para ibu lainnya.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School

Mengajari Anak Hidup Sehat Dengan Olahraga Renang

Berenang meningkatkan fungsi kecerdasan anak

Menggerakkan kedua sisi tubuh dengan gerakan yang berpola akan sangat membantu perkembangan otak anak Anda. Gerakan ini mengaktifkan saraf-saraf di otak, terutama pada bagian yang disebut corpus callosum, sebuah daerah di otak yang mengatur komunikasi, umpan balik terhadap rangsang, dan penghantaran rangsang dari satu sisi otak ke sisi yang lain. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan kemampuan membaca, perkembangan bahasa, pembelajaran akademik, dan kesadaran spasial anak.

Penelitian yang dilakukan selama 4 tahun dengan melibatkan lebih dari 7000 anak mendapati bahwa anak yang berenang memiliki perkembangan fisik dan mental yang lebih matang daripada anak-anak yang tidak berenang. Secara lebih spesifik, anak-anak usia 3-5 tahun yang memiliki kebiasaan berenang memiliki kemampuan verbal 11 bulan di atas anak seusianya, kemampuan matematika 6 bulan di atas anak seusianya, dan kemampuan berbahasa 2 bulan di atas anak seusianya. Mereka juga memiliki kemampuan mengingat cerita 17 bulan di atas teman sebayanya dan kemampuan memahami arah 20 bulan di atas teman sebaya.

Belajar berenang dapat mengurangi risiko tenggelam

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tenggelam merupakan sebab kematian terbesar pada anak dan balita. Oleh karena itu, latihan berenang sejak dini sangatlah penting. Salah satu latihan keselamatan yang dapat dilatih bahkan pada bayi adalah mengapung dengan bagian punggung di bawah—sebuah teknik bertahan hidup yang sangat berguna.

Sebuah penelitian pada tahun 2009 memperlihatkan penurunan risiko tenggelam sebanyak 88% pada anak usia 1-4 tahun yang diberi latihan berenang. Penelitian serupa yang dilakukan di Cina memperlihatkan bahwa latihan berenang mengurangi risiko tenggelam sebesar 40%. Walaupun angka tersebut berbeda-beda, namun dapat terlihat bahwa berenang dapat memperkenalkan kemampuan dasar penyelamatan diri di dalam air pada anak.

Berenang meningkatkan kepercayaan diri anak

Belajar berenang dalam kelompok juga memberikan manfaat tersendiri. Saat belajar, anak akan berinteraksi dengan sesama, orangtua, dan pengajar. Hal ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.

Dalam sebuah penelitan di Jerman, anak-anak yang diberi pelajaran berenang pada usia 2 bulan hingga 4 tahun dapat lebih mudah beradapatasi dengan lingkungan baru, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, dan lebih mandiri daripada mereka yang tidak berenang. Selain itu, memberi pelajaran berenang sejak dini pada anak dapat meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dan meningkatkan daya motivasi anak terhadap dirinya sendiri.

Cara aman mengawasi anak belajar berenang

Jangan tinggalkan anak Anda sendiri di mana pun, baik itu di kolam renang atau di dalam bak mandi sekalipun. Ingat, jumlah air yang sedikit saja sudah dapat menyebabkan anak tenggelam. Jika anak Anda masih berada di bawah satu tahun, jangan pernah biarkan anak Anda berada di luar jangkauan tangan Anda. Segera hampiri anak Anda jika anak Anda memperlihatkan tanda-tanda ini di air:

  • Kepala lebih rendah dari air, dan mulut berada sebatas dengan air
  • Kepala mendongak ke belakang dan mulut terbuka
  • Tatapan mata kosong atau terpejam
  • Anak bernapas cepat atau bernapas pendek-pendek

Para ahli juga menyarankan untuk tidak membawa bayi di bawah usia 6 bulan masuk ke dalam kolam renang berkaporit, karena kulit mereka yang masih sensitif. Selama Anda tetap memperhatian anak Anda, maka berenang merupakan kegiatan yang relatif aman. Selain memberikan keuntungan bagi anak, berenang juga bermanfaat untuk mempererat hubungan Anda dengan anak. Akan sangat menyenangkan jika Anda dapat menghabiskan waktu bersama anak di tengah-tengah kesibukan Anda.

Nah untuk kalian yang ingin berminat untuk berenang kalian bisa ikut Privat Renang Di Bandung di SenSen Swimming School. SenSen Swimming School adalah salah satu penyedia jasa Privat Renang Bandung, yang merupakan tempat yang tepat untuk memulai belajar berenang bagi anak anak maupun dewasa, SenSen Swimming School atau dapat disingkat S2SS merupakan badan usaha dibidang jasa Kursus Renang guna menyediakan tenaga pelatih bagi siapapun yang ingin belajar berenang. S2SS memiliki pelatih yang telah memiliki pengalaman dan memiliki kepribadian yang baik dan menarik khususnya untuk melatih anak anak.

Join Sensen Swimming School